"Padahal, sebetulnya bangsa ini harus tumbuh pada ekonomi yang real, bukan fiksi. Itu semua fiksi, startup itu fiksi. Yang dalam satu putaran berubah kapasitas kita akan ada profit, oh iya masa depan pasti ada profit, kapan masa depan itu? 3.000 tahun lagi pasti ada profit," sambungnya.
Lebih lanjut, Rocky menyebut bahwa yang diinginkan rakyat saat ini bahwa pemerintah dapat mengendalikan harga minyak goreng, bukan mengendalikan menggunakan Space X.
"Yang kita ingin itu adalah harga minyak goreng dikendalikan? Pakai apa? Dikendalikan pakai Space X? Hal yang prinsipil di kita, yang kita ingin adalah kapasitas menumbuhkan ekonomi berhubungan langsung dengan daya beli rakyat kita, itu yang mesti didorong," katanya.
Sebagai informasi, Presiden Jokowi bertemu Elon Musk di Pabrik Space X, Boca Chica, Amerika Serikat, Sabtu (14/5/2022) waktu setempat. Dalam kesempatan tersebut, Jokowi nampak santai dengan mengenakan kemeja putih polos dengan bagian lengan dilipat. Sementara, Elon Musk tetap setia dengan gayanya yang santai mengenakan kaos berwarna hitam.
Pertemuan Jokowi dan Elon Musk tersebut sebagai tindak lanjut dari lawatan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan untuk berbicara dengan Elon Musk.
"Tindak lanjut perintah saya untuk berbicara dengan Elon mengenai investasi, mengenai teknologi, mengenai inovasi, dan sekarang saya ke sini dan bertemu langsung dengan Elon untuk mendiskusikan kerja sama yang akan datang," ujar Jokowi.
Sumber: suara.com
Artikel Terkait
Hary Tanoe & Dokumen Epstein: Benarkah Beli Rumah Trump dan Temui CIA Indonesia?
Ressa Rizky Rosano Buka Suara: Benarkah Sudah Nikah & Punya Anak di Usia 17 Tahun?
PPATK Bongkar Skandal Emas Ilegal Rp155 Triliun: Devisa Negara Bocor ke Singapura?
Habib Bahar bin Smith Ditahan! Ini Pasal Berat yang Menghantuinya