Mojtaba Khamenei: Sosok Kontroversial Calon Pengganti Pemimpin Iran yang Ditakuti AS

- Rabu, 11 Maret 2026 | 05:25 WIB
Mojtaba Khamenei: Sosok Kontroversial Calon Pengganti Pemimpin Iran yang Ditakuti AS

Selain dikenal sebagai pengajar di Qom untuk tingkat lanjut (bahts kharij), Mojtaba Khamenei juga memiliki rekam jejak militer. Ia bergabung dengan Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) dan bertugas pada fase akhir Perang Iran-Irak (1980-1988). Pengalaman ini memberinya hubungan yang kuat tidak hanya dengan kalangan ulama terkemuka, tetapi juga dengan institusi militer paling berpengaruh di Iran. Posisinya sering disebut sebagai "pintu gerbang" menuju ayahnya, menunjukkan peran strategisnya dalam struktur kekuasaan.

Penolakan Terhadap Tekanan Politik Donald Trump

Ancaman dan tekanan yang dilayangkan Donald Trump terhadap kepemimpinan Iran justru dijawab dengan penegasan kedaulatan. Pernyataan Trump yang ingin campur tangan dalam suksesi kepemimpinan Iran ditanggapi dengan penunjukan figur yang justru berseberangan dengannya. Narasi konflik ini semakin personal mengingat keluarga Mojtaba disebut menjadi korban dalam serangan yang diotorisasi Trump pada 28 Februari lalu, yang menewaskan ayah, istri, anak, dan saudaranya.

Implikasi bagi Masa Depan Hubungan Iran-AS dan Stabilitas Regional

Dengan figur seperti Mojtaba Khamenei, prospek genjatan senjata atau rekonsiliasi dengan AS dan Israel diprediksi akan sangat minim. Kebijakan luar negeri Iran diperkirakan akan semakin tegas dan resisten. Pilihannya ini juga mengisyaratkan bahwa perang yang ditargetkan Trump selesai dalam lima pekan, justru berpotensi memasuki babak baru yang lebih panjang. Ketegasan Iran ini juga tercermin dari laporan mengenai langkah keamanan ekstrem yang diambil PM Israel Benjamin Netanyahu untuk menghindari serangan rudal hipersonik Iran.

Erizal adalah Direktur ABC Riset & Consulting.

Halaman:

Komentar