Salah satu poin kunci yang diangkat Luhut adalah transformasi perang modern menjadi perang teknologi. Ia mengapresiasi kecerdikan Iran dalam mengembangkan dan menggunakan drone murah yang mampu terbang 2.000 km dengan akurasi tinggi untuk menyerang target.
"Saya bilang ini perang teknologi... betapa cerdiknya Iran memakai drone yang murah, tapi bisa terbang 2.000 km dan very accurate to attack," kata Luhut. Menurutnya, strategi ini menciptakan tantangan serius bagi AS yang harus menghancurkan pusat produksi drone Iran.
Sejarah dan Fighting Spirit Bangsa Iran
Luhut juga mengajak mahasiswa mencermati sejarah dan semangat perjuangan Iran. Ia menekankan bahwa Iran adalah bangsa Arya yang tidak pernah dijajah, memiliki penguasaan teknologi, dan fighting spirit yang kuat.
"Iran itu adalah bangsa Arya, bangsa yang tidak pernah dijajah. Saya lihat Iran ini satu negara yang hebat dan fighting spirit-nya kuat, tidak gampang ini dealing dengan mereka," paparnya.
Harapan untuk Mahasiswa Unjani
Rektor Unjani, Agus Subagyo, berharap materi yang disampaikan Luhut dapat memotivasi mahasiswa. Ia menekankan pentingnya meneladani nilai-nilai kepemimpinan yang ditunjukkan Luhut selama berkarier di militer dan pemerintahan.
"Harapannya memang para mahasiswa semuanya bisa meneladani nilai-nilai kepemimpinan yang telah ditorehkan oleh Luhut Binsar Pandjaitan," pungkas Agus Subagyo.
Artikel Terkait
Prabowo Berang! Tegas Larang Laporan ABS: Jangan Main-main dengan Saya!
Video Viral Medan: Modus Abate atau Ancaman? Ini Fakta Lengkap di Balik Pengetukan Pintu Kos yang Bikin Penghuni Ketakutan
Kabar Duka: Putri Akbar Tandjung Meninggal Dunia, Siapa Karmia Krissanty?
Ganti Wajah di Video dalam 1 Klik? Begini Caranya dengan AIFaceSwap!