Sufmi Dasco Ahmad: Kancil Politik di Balik Layar yang Menjaga Stabilitas Nasional

- Jumat, 24 April 2026 | 20:50 WIB
Sufmi Dasco Ahmad: Kancil Politik di Balik Layar yang Menjaga Stabilitas Nasional

Gaya politik Dasco yang cenderung tenang dan tidak banyak retorika sering kali disalahpahami sebagai pasif. Padahal, dalam banyak kasus, justru politisi seperti inilah yang bekerja paling efektif. Di dalam DPR RI, keputusan tidak selalu diambil melalui pidato besar atau perdebatan terbuka. Banyak hal ditentukan melalui lobi, negosiasi, dan konsolidasi internal. Dan di sinilah Dasco memainkan perannya.

Namun, ada satu catatan penting: politik senyap tidak boleh menjadi alasan untuk menghindari keterbukaan. Rakyat berhak tahu. Mahasiswa berhak mengkritik. Dan pejabat publik wajib menjelaskan. Jika tidak, maka politik akan kembali menjadi ruang eksklusif yang hanya bisa diakses oleh segelintir elit. Dasco harus memastikan bahwa perannya sebagai "Kancil" tidak hanya terlihat di lingkar dalam, tetapi juga dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.

Kedekatan dengan Kekuasaan: Kekuatan dan Ujian Integritas

Tidak bisa dipungkiri bahwa posisi Dasco sangat erat dengan kekuasaan. Sebagai kader inti Partai Gerindra dan orang dekat Presiden Prabowo Subianto, ia memiliki akses yang tidak dimiliki banyak politisi lain. Akses ini adalah kekuatan, tetapi juga sekaligus ujian. Karena dalam politik, kedekatan dengan kekuasaan sering kali menjadi pedang bermata dua. Di satu sisi, ia memudahkan koordinasi dan mempercepat pengambilan keputusan. Di sisi lain, ia berpotensi menciptakan konflik kepentingan jika tidak dikelola dengan integritas.

Sebagai pemersatu politik nasional, Dasco tidak boleh hanya menjadi representasi satu kelompok. Ia harus berdiri di atas semua kepentingan, memastikan bahwa setiap kebijakan benar-benar berpihak kepada rakyat. Kita tidak bisa menutup mata bahwa kepercayaan publik terhadap DPR masih menghadapi tantangan serius. Banyak kebijakan yang dinilai tidak transparan, minim partisipasi, bahkan terkesan terburu-buru.

Memulihkan Kepercayaan Publik dan Membuka Ruang Dialog

Dalam situasi ini, peran pimpinan DPR menjadi sangat penting. Dasco tidak hanya dituntut untuk mengelola internal lembaga, tetapi juga memulihkan kepercayaan publik. Sebagai pemersatu, ia juga harus mampu membuka ruang dialog yang lebih luas. Tidak cukup hanya berkomunikasi dengan elite politik, tetapi juga dengan mahasiswa, akademisi, dan masyarakat sipil. Kami tidak menuntut Dasco menjadi sempurna. Kami hanya menuntut konsistensi dalam keberpihakan kepada rakyat. Jika ia benar-benar adalah "Kancil" dalam arti strategis, maka kecerdikan itu harus digunakan untuk membuka ruang keadilan, bukan menutupinya.

Opini ini bukan serangan personal. Ini adalah refleksi kritis terhadap posisi strategis yang dipegang oleh Sufmi Dasco Ahmad. Dalam demokrasi, tidak ada kekuasaan tanpa pengawasan. Dan mahasiswa akan selalu berada di garis depan untuk memastikan hal itu. Kami akan mengapresiasi ketika benar. Kami akan mengkritik ketika perlu. Dan kami akan terus mengingatkan, bahwa kekuasaan tanpa kontrol hanya akan melahirkan penyimpangan.

Halaman:

Komentar

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini