Kesaksian Korban Selamat Tabrakan Kereta Bekasi: Kronologi Detik-Detik Mencekam & Trauma yang Tak Terlupakan

- Selasa, 28 April 2026 | 23:25 WIB
Kesaksian Korban Selamat Tabrakan Kereta Bekasi: Kronologi Detik-Detik Mencekam & Trauma yang Tak Terlupakan

Proses Evakuasi dan Syukur Atas Keselamatan

Beruntung, Sausan berhasil dievakuasi dengan relatif cepat oleh petugas dan beberapa penumpang lain yang selamat. Posisinya yang berada di atas tumpukan penumpang justru memudahkan proses penyelamatan. Ia bersyukur karena tidak mengalami cedera parah di bagian kepala, meskipun tangan kirinya patah dan mengalami luka-luka.

"Iya saya bersyukur banget, Alhamdulillah banget karena saya ada di atas. Jadi ketika evakuasi enggak terlalu lama, jadi didahului karena yang paling atas dulu kan dimulai," ucapnya.

Trauma Naik Kereta: Korban Tak Mau Mengulang Pengalaman Mengerikan

Akibat kecelakaan ini, banyak korban yang mengaku trauma untuk naik kereta api kembali. Sausan mendengar langsung pernyataan tersebut dari penumpang lain yang terjebak bersamanya di dalam gerbong. Mereka menyatakan tidak akan lagi menggunakan moda transportasi kereta setelah mengalami kejadian mengerikan ini.

"Kebanyakan korban-korban sebelah saya pada bilang mereka enggak mau naik kereta lagi kayak gitu. He'eh (dengar) Mereka di sebelah saya enggak mau, trauma naik kereta kayak gitu," kata Sausan.

Berbeda dengan mereka, Sausan mengaku belum memikirkan trauma tersebut. Ia lebih fokus pada rasa syukur karena masih diberi kesempatan hidup. Mengingat rutinitasnya yang setiap hari menggunakan kereta untuk bekerja di Jakarta, ia belum bisa memastikan apakah akan kembali naik kereta atau tidak.

"Kalau saya, saya enggak tahu sekarang saya enggak kepikiran itu karena saya masih bersyukur banget masih bisa hidup dan maksudnya enggak separah itu, aman kepala gitu kan, cuma bagian kiri aja ini patah sama luka," ucapnya.

Allah Baik Sama Saya: Keselamatan di Balik Puasa Sunnah

Senin (27/4/2026) malam, jarum jam baru saja melewati pukul 20.45 WIB ketika ketenangan di Stasiun Bekasi Timur pecah. Dentum logam dari tabrakan maut antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo merenggut 15 nyawa dan melukai 84 orang. Di balik kepanikan, terselip kisah Sausan Sharifa yang berhasil lolos dari maut.

Sausan menjalankan rutinitas spiritualnya: Puasa Sunnah Senin-Kamis. Hanya berselang beberapa menit sebelum benturan terjadi, ia baru saja membatalkan puasanya. Banyak yang mengaitkan keselamatannya dengan amalan puasanya, namun Sausan menunjukkan kerendahan hati yang luar biasa.

"Enggak sih (selamat semata karena puasa), karena Allah baik saja sama saya," ucap Sausan lirih.

Baginya, keselamatan ini murni bentuk kasih sayang Sang Pencipta. Ia menjadikan tragedi ini sebagai momentum untuk merenungi kesempatan hidup kedua, di tengah duka yang menyelimuti keluarga korban lainnya, termasuk almarhumah Nuryati yang juga berpulang dalam tragedi yang sama.

Halaman:

Komentar