Dari Gen Z hingga Baby Boomer: Siapa yang Akan Bertahan di Era AI? Jawaban CEO Palantir Mengejutkan!

- Kamis, 30 April 2026 | 14:00 WIB
Dari Gen Z hingga Baby Boomer: Siapa yang Akan Bertahan di Era AI? Jawaban CEO Palantir Mengejutkan!

Dari Gen Z hingga Baby Boomer: Strategi Jitu Bertahan di Era AI

Dari Generasi Z hingga baby boomer, para pekerja di berbagai industri kini berlomba mempersiapkan karier mereka di masa depan. Kecerdasan buatan (AI) diprediksi akan mengubah peta pasar tenaga kerja secara drastis. Lantas, siapa yang akan menjadi pemenang di era digital ini?

CEO Palantir Technologies, Alex Karp, memberikan jawaban sederhana namun mengejutkan. Menurutnya, hanya ada dua kelompok yang memiliki jaminan masa depan: mereka yang memiliki pelatihan kejuruan dan individu neurodivergen.

Pelatihan Kejuruan: Kunci Bertahan di Tengah Otomatisasi

Karp menegaskan bahwa profesi dengan keterampilan teknis spesifik seperti teknisi listrik dan tukang ledeng sulit digantikan AI. Permintaan terhadap tenaga kerja ini justru meningkat seiring pembangunan pusat data besar-besaran dan krisis tenaga kerja di Amerika Serikat.

Neurodivergen: Keunggulan Tersembunyi di Era AI

Karp yang hidup dengan disleksia melihat neurodivergensi sebagai aset berharga. Kondisi seperti ADHD dan autisme menghasilkan pola pikir unik yang sulit ditiru AI. Individu neurodivergen cenderung berani mengambil risiko, kreatif, dan mampu melihat peluang dari sudut pandang berbeda.

Palantir bahkan meluncurkan Program Fellowship Neurodivergen untuk merekrut talenta dengan cara berpikir non-konvensional. Menurut studi Gartner, sekitar seperlima organisasi penjualan Fortune 500 akan aktif merekrut talenta neurodivergen pada 2027.

Pendidikan Tinggi vs Keterampilan Praktis

Halaman:

Komentar

Terpopuler