Selain karena kemajauan integrasi transportasi yang ada, nilai historis bangsa Indonesia dianggap Achmad sangat banyak di Jakarta.
“Tiba-tiba ibukota negara akan dipindah ke Penajam Kalimantan Timur yang betul-betul belum ada sama sekali infrastruktur nya. Dengan memindahkan ibukota Jakarta pun akan banyak menghilangkan catatan catatan sejarah Bangsa ini yang terjadi di Jakata sebagai tempat diproklamirkan Kemerdekaan Bangsa Indonesia dari tangan penjajah,” lanjut Achmad.
Nilai historis tersebut menurut Achmad yang menjadikan simbol penting Jakarta sebagai ibukota negara yang tentunya yang tidak bisa digantikan daerah-daerah lain di Indonesia.
Sumber: rm.id
Artikel Terkait
Bahlil Larang Panic Buying BBM & LPG: Ini Dampak Perang Iran dan Cara Bijak Hemat Energi
Update Harga BBM Maret 2026 di Jateng: Pertalite Aman, Pertamax Naik Rp 500, Ini Daftar Lengkapnya!
Misteri Bau Busuk di Masjid Pangandaran Terungkap: Pemuda Tewas Tersengat Listrik Saat Mabuk?
Panglima TNI Copot Kabais? Ternyata Ini Kaitannya dengan Kasus Penyiksaan Aktivis Kontras