Hanya saja setelah program berjalan, keuntungan yang didapat hanya Rp 500.000 pada 2017. Itu pun diraih saat Novi berhasil mengajak dua orang lainnya bergabung ke program paytren.
Mengenai keuntungan atas transaksi aplikasi, nihil. Padahal hasil inilah yang diharapkan untuk membayar bunga pegadaian emas.
"Per empat bulan, bayar Rp 700.000. Saya bingung harus gimana waktu itu," tuturnya.
Kini, Novi menagih kelanjutan program paytren. Termasuk janji booking seat umrah yang sejak beberapa tahun lalu belum direalisasikan.
"Untuk saya seorang ibu rumah tangga, uang yang diserahkan lumayan ya. Belum lagi harus mencicil angsuran pegadaian Rp 700.000 per empat bulan," terang Novi.
Sumber: suara.com
Artikel Terkait
Turis Australia Diperkosa Satpam di Bali: Kronologi Mengerikan di Balik Kamar Mandi Klub Malam
Presiden Prabowo Beri Perintah Rahasia ke Bahlil: Ini Strategi Darurat Minyak Imbas Perang Timur Tengah
Bahlil Larang Panic Buying BBM & LPG: Ini Dampak Perang Iran dan Cara Bijak Hemat Energi
Update Harga BBM Maret 2026 di Jateng: Pertalite Aman, Pertamax Naik Rp 500, Ini Daftar Lengkapnya!