"Desa wisata merupakan salah satu wujud community-based tourism yang bersifat inklusif, melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat, baik pemberdayaan SDM maupun UMKM-nya," kata Wapres dalam keterangannya, Kamis (23/6/2022).
Menurut Wapres, perlu ada dorongan dari pemangku kepentingan untuk menggaungkan daya tarik desa wisata guna menjadikannya destinasi favorit yang menarik untuk dikunjungi oleh para wisatawan nusantara maupun mancanegara. "Dengan demikian, promosi merupakan kunci dari pengembangan desa wisata," ujarnya.
Pembangunan desa, tutur Wapres, merupakan pusat pertaruhan pembangunan Indonesia di masa depan. Menurutnya, jika desa kuat dan mandiri, mimpi Indonesia Maju akan makin mudah diwujudkan. "Oleh sebab itu, pemerintah bertekad terus meningkatkan dan memperbaiki penyaluran Dana Desa serta program pengembangan BUMDes supaya desa makin sejahtera," pungkasnya.
Wapres juga berharap BUMN dan korporasi swasta terus mengembangkan program CSR, sekaligus memotivasi masyarakat untuk menciptakan inovasi-inovasi yang mendukung pengembangan desa wisata yang berkelanjutan.
Artikel Terkait
Bahlil Larang Panic Buying BBM & LPG: Ini Dampak Perang Iran dan Cara Bijak Hemat Energi
Update Harga BBM Maret 2026 di Jateng: Pertalite Aman, Pertamax Naik Rp 500, Ini Daftar Lengkapnya!
Misteri Bau Busuk di Masjid Pangandaran Terungkap: Pemuda Tewas Tersengat Listrik Saat Mabuk?
Panglima TNI Copot Kabais? Ternyata Ini Kaitannya dengan Kasus Penyiksaan Aktivis Kontras