"Terkait dengan pemikiran oknum yang bersikap keharusan mengenakan celana cingkrang, kalau tidak nanti masuk neraka, ini agak aneh. Ini keliru memahami," jelasnya.
Baca Juga: BNPT dan CUTA Belgia Teken MoU Kerja Sama Penanggulangan Terorisme
"Ini soal budaya. Artinya, budaya di tanah Arab yang berbeda dengan budaya Indonesia. Di Indonesia, bebas mengenakan busana yang rapi dan sopan sebagai muslim, tetapi tetap meyakini bahwa Pancasila sebagai ideologi dan dasar Negara. Di Arab tentu lain budayanya. Jadi soal busana itu budaya, tak ada hubungannya dengan surga dan neraka serta agama," ungkapnya.
Ketum DPP PEPABRI (Persatuan Purnawirawan dan Warakawuri TNI dan POLRI) ini kemudian mengatakan pentingnya mengingat sejarah dan jasa para pahlawan bangsa. Menurutnya, bangsa yang besar adalah bangsa yang bisa mengenali dan menghormati kedua hal tersebut.
"Bangsa yang besar adalah bangsa yang mengenali sejarah bangsanya dan menghormati jasa para pahlawan bangsa," pungkasnya.
Sumber: republika.co.id
Artikel Terkait
Viral! Alas Seprei Bunga di Video KKN Lombok Timur 13 Menit, Ini Fakta yang Terungkap
BPJPH Buka Suara: Daging Babi & Alkohol Boleh Dijual, Asal Patuhi Aturan Ini!
Toyota New Veloz Hybrid EV Resmi di Surabaya: Harga Mulai Rp 303 Juta, Ini Spesifikasi dan Keunggulannya!
Noel Bongkar Modus Jebak Pejabat: Purbaya Tinggal Sejengkal Lagi Masuk KPK!