"Pertanyaannya, berapa persen dari alokasi anggaran pendidikan di APBN yang menetes pada puluhan ribu lembaga pendidikan milik ormas dan umat Islam yang sudah begitu ikhlas berkontribusi? Bukannya diapresiasi, malah tidak jarang dipersekusi," ujarnya.
Menurut kajian ICMI Muda, lanjut Iqbal, di situlah antara lain pentingnya mewujudkan kepemimpinan umat untuk bangsa. "Siapa yang berkuasa, siapa yang menjadi presiden, itu bahkan bisa membolak-balik APBN sekehendak kebijakannya. Kalau pimpinan nasional ditangani oleh para pemimpin umat dari Muhammadiyah, NU, dan Ormas Islam, maka dapat diyakini bahwa APBN akan ter-design untuk kepentingan umat dan bangsa, bukan untuk oligarki," kata Iqbal yang juga ketua Badan Kerja Sama Parlemen DPD RI 2014-2019.
Ketua Presidium ICMI Muda, Tumpal Panggabean menyebutkan agenda strategis ICMI Muda saat ini tidak lain bertujuan untuk mengonsolidasikan umat di masa yang akan datang, terutama dalam mengisi kepemimpinan nasional.
"Itu agenda strategis yang sedang kami bawa. Kami juga mengucapkan rasa terima kasih atas kesempatan yang diberikan MUI sehingga ICMI Muda dapat bersilaturahim dan diterima dengan baik," ujarnya.
Sumber: republika.co.id
Artikel Terkait
Kabur dari Hukum! Kyai Pencabul Puluhan Santriwati di Pati Hilang Kontak, Polisi Siap Buru dan Tangkap
Dudung Bantah Keras Tuduhan Habib Rizieq Soal Jenderal Baliho & Isu Kabur ke Yaman
Defisit APBN Maret 2026 Tembus Rp240 Triliun! Ini Penyebab Utama Kenaikan 130%
Ahmad Dhani Bongkar Bukti ABC Perselingkuhan Maia Estianty dengan Bos TV: Saya yang Ceraikan Dia!