Ia membeberkan isi percakapannya dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dan Presiden Rusia Vladimir Putin soal stok gandum yang mereka simpan. Gandum yang disimpan Ukraina mencapai 77 juta ton.
Stok itu memang sengaja tidak diekspor Ukraina untuk pertahanan pangan di negaranya sendiri. Sementara di Rusia, terdapat 137 juta ton gandum yang sengaja ditahan Putin.
Padahal tidak sedikit orang di dunia yang bergantung kepada gandum hasil produksi Ukraina dan Rusia.
"Di Afrika dan beberapa negara di Asia sudah mulai yang namanya kekurangan pangan akut sudah mulai yang namanya kelaparan bayangkan. Kita ini harus betul-betul bersyukur bahwa negara kita diberikan pangan yang namanya beras utamanya tidak naik, harus kita syukuri betul."
Atas Hal tersebut Jokowi mengajak masyarakat untuk bersyukur karena bahan pangan pokok Indonesia yakni beras tidak terpengaruh oleh naiknya harga gandum global.
Artikel Terkait
Wakil Ketua DPR Kritik Keras TNI Bubarkan Nobar Film Pesta Babi: Ini Pembungkaman Kebebasan Berekspresi!
Harga BBM Pertamina 11 Mei 2026: Daftar Terbaru Pertalite, Pertamax, Solar - Ada yang Naik Gila-gilaan!
Pertumbuhan 5,61% Justru Memiskinkan? Ekonom Ungkap Fakta Pahit di Balik Data Ekonomi Indonesia
Demo DJP Sumut: Buruh Bongkar Skandal Perusahaan Fiktif & Dugaan Intimidasi Whistleblower Berani Tolak Suap Rp25 M