Dia mengatakan perlawanan rakyat Palestina merupakan perjuangan merebut kemerdekaan di tanah mereka sendiri.
“Nah, Singapura tampaknya mengaitkan UAS dengan perlawanan Palestina, yang pada akhirnya disebut sebagai teroris. Itu tidak benar, apalagi mereka tak punya bukti,” tambahnya.
Seperti diketahui, Kemendagri Singapura akhirnya buka suara soal alasan ditolaknya kunjungan UAS ke negaranya.
Dalam situs resminya, ternyata khotbah UAS tentang konflik Israel-Palestina disorot Pemerintah Singapura.
Mereka menyebut UAS penceramah ekstremis dan mengajarkan segregasi yang tidak dapat diterima masyarakat Singapura.(*)
Sumber: genpi.co
Artikel Terkait
17 Hari Tanpa Makan: Eksperimen Puasa Air Ekstrem & Perubahan Tubuh yang Mengejutkan!
DPR Bongkar Masalah Serius di Balik Program Makan Gratis: Dapur MBG Ternyata Belum Halal!
Purbaya Ngamuk ke BPJS: Penonaktifan Massal Peserta BPJS Dinilai Konyol dan Rugikan Negara, Ini Dampaknya!
Video Viral Winda Can: Fakta Mengejutkan & Bahaya Link Jebakan yang Harus Diwaspadai