Dia mengatakan perlawanan rakyat Palestina merupakan perjuangan merebut kemerdekaan di tanah mereka sendiri.
“Nah, Singapura tampaknya mengaitkan UAS dengan perlawanan Palestina, yang pada akhirnya disebut sebagai teroris. Itu tidak benar, apalagi mereka tak punya bukti,” tambahnya.
Seperti diketahui, Kemendagri Singapura akhirnya buka suara soal alasan ditolaknya kunjungan UAS ke negaranya.
Dalam situs resminya, ternyata khotbah UAS tentang konflik Israel-Palestina disorot Pemerintah Singapura.
Mereka menyebut UAS penceramah ekstremis dan mengajarkan segregasi yang tidak dapat diterima masyarakat Singapura.(*)
Sumber: genpi.co
Artikel Terkait
Pertumbuhan 5,61% Justru Memiskinkan? Ekonom Ungkap Fakta Pahit di Balik Data Ekonomi Indonesia
Demo DJP Sumut: Buruh Bongkar Skandal Perusahaan Fiktif & Dugaan Intimidasi Whistleblower Berani Tolak Suap Rp25 M
Brigpol Arya Gugur Ditembak Saat Cegah Curanmor! Rekaman CCTV Ungkap Detik-Detik Mencekam
Jakmania Wajib Baca! Alumni MBFA Bongkar Fakta di Balik Nasib Persija yang Kian Terpinggirkan