Hal tersebut ia sampaikan sekaligus menjawab pertanyaan dari Refly Harun.
"Bagi yang mengenal saya 20 tahun lalu. mereka mengenal saya sebagai pembicara publik sebagai motivator dan sampai dengan detik ini saya tetap melayani teman-teman yang mengundang saya sebagai motivator," katanya, seperti dilansir, Senin (23/5/2022).
Lanjutnnya, ia menilai selama ini label politisi adalah konsekuensi saat dirinya menjadi juru kampanye pasangan Prabowo-Sandi dalam Pilpres 2019.
Padahal, menurutnya, dirinya sendiri berpengalaman sebagai motivator. "Saya ini pembicara publik motivator karena basis saya itu itu adalah produktivitas, sehar-hari itu saya membantu teman-teman yang perusahaannya mulai turun dan akhirnya sedikit sedikit mulai meningkatkan profit di perusahaan-perusanaan itu," tegasnya.
Artikel Terkait
Bahlil Larang Panic Buying BBM & LPG: Ini Dampak Perang Iran dan Cara Bijak Hemat Energi
Update Harga BBM Maret 2026 di Jateng: Pertalite Aman, Pertamax Naik Rp 500, Ini Daftar Lengkapnya!
Misteri Bau Busuk di Masjid Pangandaran Terungkap: Pemuda Tewas Tersengat Listrik Saat Mabuk?
Panglima TNI Copot Kabais? Ternyata Ini Kaitannya dengan Kasus Penyiksaan Aktivis Kontras