Guntur menilai UAS tak konsisten dengan ucapannya sendiri, padahal UAS rajin melakukan promosi negara Khilafah. Ini sikap tak konsisten dengan koar-koarnya dan tak konsekuensi dengan ucapan UAS.
"Ini hanya sekadar politisasi agama atau sekedar pencitraan atau sekedar branding marketing untuk dagangan saja," tegasnya.
Sumber: genpi.co
Artikel Terkait
Roy Suryo Cs Gugat KUHP & UU ITE ke MK: Dituduh Pencemaran Nama Baik Gara-Gara Teliti Ijazah Jokowi
Ijazah Jokowi Akhirnya Terbuka: Apa yang Ditemukan KPU dan Mengapa Bonatua Masih Penasaran?
Isi Surat Rahasia Ammar Zoni ke Prabowo: Grasi atau Rehabilitasi?
Hyundai Targetkan Jual 2000+ Unit di IIMS 2026, Ini Model Andalan untuk Mudik Lebaran