Namun, dia menyayangkan pengubahan nama Jak Lingko menjadi Mikrotrans bukannya efektif untuk menghapus nama Anies malah membuat nama Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono menjadi kerdil.
Tidak hanya itu, Heru juga bisa dikatakan buang-buang anggaran karena untuk menghapus dan mengecat mobil dengan nama baru.
“Merubah nama Jaklingko menjadi microtrans itu heru pikir akan efektif untuk menghapus jejak Anies di Jakarta. Justru itu mengerdilkan nama heru, plus buang-buang duit untuk hapus dan ngecat mobil dengan nama baru,” ujar Andi.
Sementara itu, di kolom komentar, admin akun Twitter PT Transportasi Jakarta menjawab komentar warganet yang tampak tidak menyukai pengubahan nama Jak Lingko menjadi Mikrotrans.
Menurutnya, pengubahan tersebut bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang perbedaan Jak Lingko dan Mikrotrans.
“Siang kak. Hal tersebut bertujuan untuk melakukan edukasi kepada masyarakat bahwa nama mikrotrans merupakan salah satu layanan Transjakarta. Sedangkan untuk nama Jaklingko merupakan sistem pembayaran terintegrasi,” jawab admin akun Twitter PT Transportasi Jakarta.
Sumber: suara
Artikel Terkait
Bappenas: Ini Alasan Program Makan Bergizi Lebih Mendesak Daripada Buka Lapangan Kerja
Firdaus vs Susno Duadji: Siapa yang Benar Soal Penanganan Viral Es Gabus Spons?
Babinsa Serda Heri Dihukum 21 Hari! Ini Dosa Besar di Balik Tuduhan Es Spons ke Pedagang
Anwar Abbas Peringatkan Prabowo: Rp16,7 Triliun untuk Dewan Perdamaian AS-Israel, Akal Bulus Caplok Palestina?