“Penolakan untuk pembangunan patung Sukarno sudah banyak disuarakan oleh elemen masyarakat, dan saya melihat alangkah lebih baik dana tersebut dimanfaatkan untuk membantu masyarakat Jawa Barat yang masih hidup di bawah garis kemiskinan,” ujar Mantan Wakil Ketua Umum MUI Pusat itu.
Kiai Muhyidin mengungkapkan, Indonesia adalah mercusuar dari negara-negara Muslim dunia yang sangat dihormati negara lain. “Posisi Indonesia dikhawatirkan akan mengalami erosi apabila banyak patung di wilayah Indonesia,” ujar Ketua Pembina Jaringan Alumni Timur Tengah (JATTI) itu.
Selain itu menurutnya, proklamator Indonesia tidak hanya Soekarno tetapi juga Mohammad Hatta. Sehingga jika yang ditonjolkan salah satunya maka dikhawatirkan muncul perselisihan dari pihak lainnya.
“Oleh karena itu, kami berharap agar rencana pembangunan patung segera dihentikan, lebih baik diarahkan kepada pembahasan masalah krusial yang lebih penting, lebih bermanfaat bagi bangsa khususnya untuk Jawa Barat dan Indonesia pada umumnya,” tandas Kiai Muhyiddin.
Sumber: suaraislam
Artikel Terkait
Ijazah Jokowi Akhirnya Terbuka: Apa yang Ditemukan KPU dan Mengapa Bonatua Masih Penasaran?
Isi Surat Rahasia Ammar Zoni ke Prabowo: Grasi atau Rehabilitasi?
Hyundai Targetkan Jual 2000+ Unit di IIMS 2026, Ini Model Andalan untuk Mudik Lebaran
Target Gila Hyundai di IIMS 2026: Serbu 2000+ Unit dengan Strategi Ramadan & Mobil Mudik Terlengkap!