Untuk itu, dia mengimbau kepada seluruh masyarakat yang ada di 16 titik Kampung Tua di Pulau Rempang untuk menyelesaikan permasalahan ini secara dingin.
"Tujuan perjuangan kita untuk pertahankan harkat martabat, menjunjung tinggi persatuan di bawah undang-undang RI. Kita paham aturan. Sebagai bangsa yang besar, saya yakin komitmen kita untuk pecahkan masalah berlandaskan musyawarah," katanya.
Sementara itu, Menteri Investasi sekaligus Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan, kedatangannya ke tempat warga itu adalah untuk mencari solusi terkait permasalahan investasi yang memberikan dampak kepada warga.
Menurutnya, masuknya investasi tersebut pasti membawa pertumbuhan ekonomi yang positif. Selain itu, anak-anak bisa mendapat lapangan pekerjaan.
"Yang bertani dan nelayan silahkan cari hasil yang banyak, supaya bisa dibeli oleh orang-orang investor. Kita akan bahas bersama. Rempang seluas 17 ribu hektare, 10 ribu hutan lindung, jadi tidak bisa digarap semua.
Maka diputuskan tidak semua jadi prioritas, tapi perusahaan yang sekarang, kita duluan kan," ujar Bahlil. Bahlil mengatakan bahwa hal tersebut merupakan permintaan yang disampaikan warga Rempang tatkala ia dan sejumlah menteri datang berkunjung. Usulan tersebut pun disetujuinya.
"Lalu kemudian kita formulasikan, saya setujui saya bilang yang pertama adalah itu bukan relokasi karena kalau dari Rempang ke Galang itu kan relokasi beda pulau, tapi kalau dari Rempang ke Rempang itu bukan relokasi itu pergeseran," katanya, di Nusa Dua Bali, Rabu (20/9/2023).
Sumber: tvOne
Artikel Terkait
Bahlil Larang Panic Buying BBM & LPG: Ini Dampak Perang Iran dan Cara Bijak Hemat Energi
Update Harga BBM Maret 2026 di Jateng: Pertalite Aman, Pertamax Naik Rp 500, Ini Daftar Lengkapnya!
Misteri Bau Busuk di Masjid Pangandaran Terungkap: Pemuda Tewas Tersengat Listrik Saat Mabuk?
Panglima TNI Copot Kabais? Ternyata Ini Kaitannya dengan Kasus Penyiksaan Aktivis Kontras