Hasil pemeriksaan awal tim Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polda Kaltara menyatakan bahwa korban HS tidak ditemukan denyut nadi.
Almarhum Brigpol HS menjabat sebagai Banit 3 Subden 1 Den Gegana Satuan Brimob Polda Kaltara yang bertugas sebagai ajudan Kapolda Kaltara.
Kabar terbaru atas permintaan keluarga HS akan diautopsi di Semarang. "Barusan pihak keluarga korban minta autopsi dilaksanakan di Semarang, jadi di Rumkit Tarakan hanya visum luar", tutup Budi.
Kasus kematian tak wajar di kalangan ajudan Kapolda juga pernah terjadi, sebelumnya kasus serupa terjadi di Polda Gorontalo, Briptu RF yang ditemukan meninggal di dalam mobilnya di jalan GORR, Gorontalo. Kasus kematian ajudan Kapolda Kaltara dan ajudan Kapolda Gorontalo hanya berselang 7 bulan.
Sumber: tvOne
Artikel Terkait
Bahlil Larang Panic Buying BBM & LPG: Ini Dampak Perang Iran dan Cara Bijak Hemat Energi
Update Harga BBM Maret 2026 di Jateng: Pertalite Aman, Pertamax Naik Rp 500, Ini Daftar Lengkapnya!
Misteri Bau Busuk di Masjid Pangandaran Terungkap: Pemuda Tewas Tersengat Listrik Saat Mabuk?
Panglima TNI Copot Kabais? Ternyata Ini Kaitannya dengan Kasus Penyiksaan Aktivis Kontras