Anies kata Novel seharus tegas melakukan penolakan terhadap perusahaan miras itu sebagaimana yang dilakukan pemerintah Qatar yang dengan gagah berani menolak kampanye LGBT di ajang Piala Dunia yang akan dihelat di negara itu pada tahun ini.
"Sebagai perbandingan negara Qatar dalam perhelatan akbar internasional yang 28 hari digelar dengan tegas menolak promosi LGBT, padahal Qatar negara kecil tapi bisa menolak promosi LGBT internasional," kata Novel kepada Populis.id, Jumat (27/5/2022).
Adapun keberadaan Heineken di daftar sponsor Formula E ini ramai disorot publik, sebab Anies Baswedan dinilai mejadi salah satu kepada daerah yang sangat tidak sembarangan mengizinkan penjulan minuman keras (Miras) di Jakarta. Dia juga sempat ngoto menjual saham Pemda DKI di di perusahan produsen bir di PT Delta beberapa tahun lalu.
Setelah ramai disorot Ketua Panitia Penyelenggara Formula E Jakarta Ahmad Sahroni mengatakan bahwa Heineken merupakan sponsor yang dibawa dari pihak Formula E Operation (FEO). Bukan dari panitia penyelnggara di Jakarta atau Pemprov DKI.
Terkait alasan itu, Novel mengaku tidak perduli, yang jelas kata dia perusahaan miras itu tak pantas menjadi sponsor di ajang kebanggaan Anies Baswedan itu, mengingat mayoritas penduduk Jakarta adalah pemeluk Islam, dimana bir dilarang keras.
"Mau sponsor global atau event internasional sekalipun wajib lepas dari praktek kemungkaran dengan menolak sponsor minuman keras apapun dan produk haram apapun, karena jatidiri bangsa tidak bisa ditebus murah dengan event dimana sponsornya berbagai produk miras," tegas Novel.
Sumber: populis.id
Artikel Terkait
Kisah Nikhil Chandwani: Membangun Kuil Hindu Pertama di Bangladesh yang Bikin Heboh
Jasad di Freezer Kios Ayam Bekasi Terbongkar: Pelaku Ternyata Rekan Kerja yang Pura-pura Mudik
Guru Depok Ditangkap Tawarkan Jasa Seksual, Diduga Idap HIV Sejak 2014 – Ini Faktanya!
Ade Darmawan Bongkar Siapa Pendana Roy Suryo di Kasus Ijazah Jokowi?