Baginya, fenomena antar pendukung yang saling sindir itu adalah hal biasa atau lazim terjadi. Menurutnya, tidak hanya terjadi di Indonesia saja saling sindir tersebut.
"Yang pasti adalah pemilu kita ingin menekankan kontroversi, khususnya untuk capres dan cawapres. Itu kontroversi politik yang sudah natural, yang alami, sehingga kontroversi itu akan menghasilkan satu gagasan baru," ujarnya.
Namun begitu, ia berpendapat, harapan masyarakat dalam konstelasi pemilu dapat berjalan dengan aman dan damai.
"Sehingga para elit politik bisa menunjukkan sikap tanggung jawab konsuekuensi mereka di dalam lingkungan yang menjaga kamtibmas," katanya.
"Pemilu itu melahirkan sebuah hasil yang memang menjadi representasi dari seluruh masyarakat Indonesia, karena kita sudah sepakat bahwasannya demokrasi akan menjadi pilihan di dalam sistem di negara kita," tutupnya.
Fenomena saling sindir antar pendukung capres-cawapres memang terus terjadi saat pesta demokrasi. Bahkan tak jarang beberapa pendukung, memberi olokannya kepada kelompok yang berbeda dukungan
Sumber: tvOne
Artikel Terkait
Hasil Pemeriksaan Bonatua Silalahi Terungkap: 27 Pertanyaan Kunci Soal Ijazah Jokowi yang Bikin Heboh
Jokowi Diperiksa Lagi Soal Ijazah Palsu: Ini Daftar 8 Tersangka & Fakta Terbaru yang Mengejutkan
Refly Harun Ditegur Keras Hakim MK Saldi Isra: Taktik atau Kelalaian dalam Sidang Roy Suryo?
Gugatan Praperadilan Richard Lee Ditolak: Apa Dampaknya Bagi Kasus Kecantikan yang Menggemparkan?