POLHUKAM.ID - Situasi politik di Indonesia tengah menghangat jelang pemilihan umum (Pemilu) yang jatuh pada Rabu (14/2/2024) mendatang.
Pasca partai politik mengumumkan pasangan calon presiden (capres) dan wakil presiden (cawapres) yang diusung mereka, masyarakat pun memilih mana paslon yang disukainya. Tak ayal, terjadi perbedaan pilihan capres-cawapres di tengah masyarakat dan pendukung.
Akibatnya, pendukung yang berbeda dukungan itupun terjadi saling sindir di media sosial maupun ketika berinteraksi langsung.
Menurut Pengamat Politik, Fernanda Putra Adela, saling sindir yang dilakukan para pendukung capres-cawapres adalah hal biasa.
Bahkan, menurutnya, hal itu merupakan bagian dari proses dinamika politik. "Karena ini sebagian dari upaya menegaskan dukungan dari calon-calon.
Penilaian di masyarakat pasti ada, untuk melihat mana yang mereka anggap itu sindiran, yang berkenaan dengan kandidat yang disindir, mana yang kemudian mereka anggap hanya gimmik," katanya, Kamis (16/11/2023).
Artikel Terkait
Hasil Pemeriksaan Bonatua Silalahi Terungkap: 27 Pertanyaan Kunci Soal Ijazah Jokowi yang Bikin Heboh
Jokowi Diperiksa Lagi Soal Ijazah Palsu: Ini Daftar 8 Tersangka & Fakta Terbaru yang Mengejutkan
Refly Harun Ditegur Keras Hakim MK Saldi Isra: Taktik atau Kelalaian dalam Sidang Roy Suryo?
Gugatan Praperadilan Richard Lee Ditolak: Apa Dampaknya Bagi Kasus Kecantikan yang Menggemparkan?