Dia menekankan pentingnya mencari solusi yang bisa diterapkan, bukan sekadar harapan, untuk menangani situasi di Palestina.
Menurut Gus Yahya, gerakan boikot seringkali bersifat resiprokal antara pendukung Palestina dan pendukung Israel. Namun, terlepas dari gerakan ini, agresi tentara Israel terhadap Palestina tetap berlanjut.
"Sebelum segala sesuatu, serangan harus dihentikan segera. Ini bukan hanya seruan kita, tetapi seruan dari semua pihak di seluruh dunia," tambahnya.
Pernyataan ini menekankan bahwa tindakan segera dan kolektif dari komunitas global diperlukan untuk menghentikan konflik dan agresi di Palestina.
Sumber: inilah
Artikel Terkait
Bahlil Larang Panic Buying BBM & LPG: Ini Dampak Perang Iran dan Cara Bijak Hemat Energi
Update Harga BBM Maret 2026 di Jateng: Pertalite Aman, Pertamax Naik Rp 500, Ini Daftar Lengkapnya!
Misteri Bau Busuk di Masjid Pangandaran Terungkap: Pemuda Tewas Tersengat Listrik Saat Mabuk?
Panglima TNI Copot Kabais? Ternyata Ini Kaitannya dengan Kasus Penyiksaan Aktivis Kontras