Lebih lanjut Mu'ti menerangkan, untuk mendatangkan para capres-cawapres itu tidak mudah karena mendekati masa kampanye.
"Sekarang, kan, sudah masa mendekati kampanye. Dan kalau mengundang beliau tentu sudah tidak leluasa bagi Muhammadiyah karena sudah di bawah koordinasi dan di bawah pengawasan dari Bawaslu dan KPU," terang Mu'ti.
Sehingga, pihaknya harus berkoordinasi dengan KPU dan Bawaslu untuk menghadirkan para capres-cawapres untuk berdialog.
"Karena itu kalau, toh, misalnya Mas Gibran akan berdialog dengan Muhammadiyah kami akan harus komunikasi dengan KPU sebagai penyelenggara pemilu," kata dia.
"Kalau sekarang memang belum masa kampanye. Jadi kami menyelenggarakan dialog publik ini di kampus sebagai bagian dari dialog dan kajian ilmiah atas visi misi dan program yang ditawarkan," bebernya.
Sementara itu, Prabowo Subianto menyebutkan alasan ketidakhadiran Gibran karena putra Presiden Jokowi itu sedang menghadiri acara Nahdlatul Ulama di Mojokerto.
"Saya meminta maaf Saudara Gibran Rakabuming Raka tidak bisa hadir karena justru ada acara lain yang bersamaan juga di Jawa Timur juga. Tapi yang menyelenggarakan Nahdlatul Ulama," ujar Prabowo.
Sumber: kumparan
Artikel Terkait
Roy Suryo Cs Gugat KUHP & UU ITE ke MK: Dituduh Pencemaran Nama Baik Gara-Gara Teliti Ijazah Jokowi
Ijazah Jokowi Akhirnya Terbuka: Apa yang Ditemukan KPU dan Mengapa Bonatua Masih Penasaran?
Isi Surat Rahasia Ammar Zoni ke Prabowo: Grasi atau Rehabilitasi?
Hyundai Targetkan Jual 2000+ Unit di IIMS 2026, Ini Model Andalan untuk Mudik Lebaran