Di mana diketahui, Presiden Jokowi merupakan alumni Fakultas Kehutanan UGM ini dinilai gagal menyelesaikan permasalahan-permasalahan fundamental di Indonesia selama menjabat sebagai kepala negara.
"Ini wujud kekecewaan kita sebagai mahasiswa UGM juga. Sudah hampir dua periode Pak Jokowi memimpin tapi pada kenyataannya masih banyak sekali permasalahan fundamental yang belum terselesaikan," pungkas Gielbran.
"Padahal, beliau punya cukup banyak waktu menyelesaikan masalah-masalah itu. Tapi kenyataannya masalah-masalah itu tak selesai," sambung Gielbran.
Selain itu, Gielbran jelaskan juga soal masalah-masalah yang menjadi perhatian dari BEM KM UGM antara lain adalah masalah penyelasaiakan kasus korupsi.
Sorotan lainnya adalah soal revisi UU ITE. Revisi UU ITE ini dianggap berpotensi membuat aktivis rentan dikriminalisasikan.
Selain itu, adapula permasalahan tentang indeks demokrasi di Indonesia yang merosot.
"Belum bicara soal konstitusi yang sangat ambruk. Terbukti bersalahnya hakim konstitusi di sidang MKMK itu menjadi gerbang awal, menjadi bukti empiris memang MK tidak independen. Erat kelindannya dengan kedekatan personal kekeluargaan Jokowi dan Anwar Usman," ucap Gielbran.
"Belum lagi indeks demokrasi yang semakin merosot. Belum lagi bicara soal dinasti politik beliau yang secara vulgar terpampang di depan mata kita. Saya rasa tadi tidak ada momentum lain selain sekarang untuk menobatkan beliau sebagai alumnus UGM yang paling memalukan," sambungnya Gielbran
Sumber: tvOne
Artikel Terkait
Waspada! Ini Cara Jitu Menghindari Penipuan Bansos yang Lagi Marak – Jangan Sampai Terjebak Link Palsu!
Menkeu Purbaya Tegas: Tak Akan Ada Tax Amnesty Lagi, Ancaman Sikat Aset bagi yang Bandel!
Bareskrim Gerebek Markas Judol Internasional: 320 WNA Diringkus, Bos Masih Buron!
Wakil Ketua DPR Kritik Keras TNI Bubarkan Nobar Film Pesta Babi: Ini Pembungkaman Kebebasan Berekspresi!