Tentu saja, lanjut Riko, tidak ada korelasi berbahasa asing dalam debat. Bahkan bisa menjadi salah tafsir dan pemahaman publik. Sehingga memperburuk kualitas demokrasi. "Debat ini bukan forum internasional.
Jadi ide debat capres berbahasa asing sebagai gagasan ngawur," katanya. Selain itu pula, esensi debat lebih melihat kandidat menjabarkan masalah bangsa. Sekaligus menunjukkan strategi penyelesaiannya.
Artinya mengetahui kedalaman kandidat terhadap persoalan kekinian dan harapannya. Debat berbahasa asing, lanjut Riko lebih tepat pada forum internasional.
Pada momen itu memang audiennya tidak memahami Bahasa Indonesia, pantas untuk berbahasa asing. "Kok bisa ada ide seperti ini," katanya mempertanyakan
Sumber: tvOne
Artikel Terkait
Viral! Alas Seprei Bunga di Video KKN Lombok Timur 13 Menit, Ini Fakta yang Terungkap
BPJPH Buka Suara: Daging Babi & Alkohol Boleh Dijual, Asal Patuhi Aturan Ini!
Toyota New Veloz Hybrid EV Resmi di Surabaya: Harga Mulai Rp 303 Juta, Ini Spesifikasi dan Keunggulannya!
Noel Bongkar Modus Jebak Pejabat: Purbaya Tinggal Sejengkal Lagi Masuk KPK!