"Saya menghadiri pengajian Kamisan. Dihadiri para santri dan kiai dari banyak kabupaten. Saya hanya ikut mendengar," kata Mahfud. Mahfud menjelaskan, berbicara politik kebangsaan sah-sah saja dilakukan di instansi pendidikan.
Bicara soal ini, juga tak harus dilakukan saat musim Pemilu. "Bahwa tadi ada kiai bicara politik, bicara pemerintahan. Ya biasa saja.
Tak harus musim kampanye dan Pilpres. Saya kan bicara politik, pemberantasan korupsi, penegakan hukum, tak hanya saat ini," tuturnya. "Jadi sama sekali tidak ada kampanye.
Tidak ada gambar paslon. Ini pengajian rutin Kamis yang diisi dengan pengajian kebangsaan," pungkasnya.
Hadir perwakilan ulama salaf Banten seperti dari tuan rumah yakni KH Junaidi (Pengasuh Ponpes Darul Ulum), serta KH Abdul Mannan, KH Imadudin, KH Hamzah, dan KH Satar.
Selain itu, hadir KH Abdurahman (Warunggunung Rajeg Kabupaten Tangerang), KH Asun (Kemeri Kronjo Kabupaten Tangerang), KH Gomir (Pimpinan Ponpes Darul Ikhlas Cakung), KH Saefuin (Pimpinan Ponpes Darul Falah Cakung), Abah H Satar (Blokang Kecamatan Bandung), KH Hoil (Pimpinan Ponpes Al Muktariah Renged), Abah Haji Sambas (Ketua MUI Kecamatan Binuang) Abah Kiai Hamzah (Kecamatan Carenang), KH Samani (Ragas Carenang), Abah Haji Dahlan (
Sumber: tvOne
Artikel Terkait
Turis Australia Diperkosa Satpam di Bali: Kronologi Mengerikan di Balik Kamar Mandi Klub Malam
Presiden Prabowo Beri Perintah Rahasia ke Bahlil: Ini Strategi Darurat Minyak Imbas Perang Timur Tengah
Bahlil Larang Panic Buying BBM & LPG: Ini Dampak Perang Iran dan Cara Bijak Hemat Energi
Update Harga BBM Maret 2026 di Jateng: Pertalite Aman, Pertamax Naik Rp 500, Ini Daftar Lengkapnya!