Putu memaparkan, realisasi pemenuhan minyak goreng curah bersubsidi tercatat di bulan Maret 2022 mencapai 64.586,26 ton atau 33,18% dari kebutuhan. Sementara, pada bulan April 2022, realisasinya mencapai 210.835,14 ton atau 108,32%. Selain itu, realisasi tanggal 1 hingga 30 Mei 2022 tercatat 85,91% atau 167.214,34 ton.
"Rata-rata penyaluran pada hari kerja sebesar 9.159 ton dan April sebesar 9.166 ton. Ini sudah jauh meningkat dan konsisten dibanding Maret yang hanya rata-rata 4.613 ton per hari kerja," ucapnya.
Sebelumnya, pemerintah memutuskan menyetop program subsidi minyak goreng curah pada 31 Mei 2022. Sebagai gantinya, pemerintah bakal menerapkan kewajiban pasokan dalam negeri atau domestic market obligation (DMO).
Penghentian subsidi minyak goreng mempertimbangkan harga barang kebutuhan pokok tersebut yang mulai menurun pada pekan ini. Kebijakan itu mengacu pada Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 30 Tahun 2022 dan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 33 Tahun 2022.
Sumber: genpi.co
Artikel Terkait
Roy Suryo Cs Gugat KUHP & UU ITE ke MK: Dituduh Pencemaran Nama Baik Gara-Gara Teliti Ijazah Jokowi
Ijazah Jokowi Akhirnya Terbuka: Apa yang Ditemukan KPU dan Mengapa Bonatua Masih Penasaran?
Isi Surat Rahasia Ammar Zoni ke Prabowo: Grasi atau Rehabilitasi?
Hyundai Targetkan Jual 2000+ Unit di IIMS 2026, Ini Model Andalan untuk Mudik Lebaran