"Terutama judulnya, yang mengundang masyarakat untuk menyebarluaskannya bahkan sebelum membaca.Judulnya pasti bikin orang belum baca beritanya tapi udah share, makanya teman teman pemilih, apabila dapat pesan terusan di medsos yang yang bahasa pertamanya "ini A 1" jangan percaya deh, bohong itu.", sebut dia.
Anisa menjelaskan informasi saat ini sangat cepat dan mudah, untuk diakses setiap orang. Sehingga masyarakat dituntut bijak apa dalam menghadapi deruaan atau hantaman informasi yang ada di medsos
Baca Juga: Masyarakat Siap Bantu Pemerintah Tangkal dan Cegah Penyebaran Berita Hoax Pemilu 2024
"Walaupun sebagian masyarakat Indonesia sudah cerdas dalam memilah dan memilih informasi mana yang benar mana yang tidak. Namun hoaks masih menjadi ancaman karena masih banyak masyarakat yang percaya dengan sumber sumber tidak jelas dari sosmed, " paparnya.
Sehingga menurutnya pemilih harus pastikan bahwa informasi yang akan disebarluaskan adalah dari media yang terverifikasi. Menurutnya media yang terverifikasi tidak akan melakukan hal itu.
Karena Anisa menjelaskan basic dari karya jurnalistik adalah cover both side. Atau mendengar dan mengcover dari kedua belah pihak dalam sebuah pemberitaan.
"Jadi masih banyak media yang belum terverifikasi. Ini tentunya berbahaya apabila kita langsung share tanpa crosscheck terlebih dahulu, dan itu tidak susah kok palingan hanya memakan waktu 20 detik", lanjut nya.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: fokussatu.id
Artikel Terkait
Viral! Alas Seprei Bunga di Video KKN Lombok Timur 13 Menit, Ini Fakta yang Terungkap
BPJPH Buka Suara: Daging Babi & Alkohol Boleh Dijual, Asal Patuhi Aturan Ini!
Toyota New Veloz Hybrid EV Resmi di Surabaya: Harga Mulai Rp 303 Juta, Ini Spesifikasi dan Keunggulannya!
Noel Bongkar Modus Jebak Pejabat: Purbaya Tinggal Sejengkal Lagi Masuk KPK!