Bagi Fahri, kata itu tidak boleh digunakan main-main dan berpolitik.
"Kata AMIN itu gak boleh dipakai main2 dan berpolitik. Nanti kualat. Sudah ada buktinya,"tulisnya di akun X @Fahrihamzah.
Fahri memberikan saran kepada semua pihak agar tidak menggunakan kata "AMIN" dalam konteks politik.
Meskipun demokrasi memungkinkan hal tersebut, Fahri mengaku risih melihat kata-kata bernuansa agama dijadikan alat politisasi.
"Karena memang dalam politik kita yang demokratis tidak dilarang.
Tapi saya sejak dulu risih jika medan politik kita menjadi sensitif gara-gara terminologi AMIN jadi politis," ujarnya.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: suaramerdeka.com
Artikel Terkait
Bahlil Larang Panic Buying BBM & LPG: Ini Dampak Perang Iran dan Cara Bijak Hemat Energi
Update Harga BBM Maret 2026 di Jateng: Pertalite Aman, Pertamax Naik Rp 500, Ini Daftar Lengkapnya!
Misteri Bau Busuk di Masjid Pangandaran Terungkap: Pemuda Tewas Tersengat Listrik Saat Mabuk?
Panglima TNI Copot Kabais? Ternyata Ini Kaitannya dengan Kasus Penyiksaan Aktivis Kontras