polhukam.id. Setidaknya 48 orang tewas setelah gempa bumi dahsyat melanda Prefektur Ishikawa pada Hari Tahun Baru, dan tim penyelamat pada hari Selasa berjuang untuk mencapai daerah terpencil di mana bangunan-bangunan roboh, jalan-jalan rusak dan listrik padam di puluhan ribu rumah.
Baca Juga: Dampak Dari Gempa Bumi Di Sumedang Jawa Barat Mengakibatkan 248 Rumah Rusak Dan 456 Orang Mengungsi
Gempa berkekuatan awal 7,6 terjadi pada pukul 16.10 WIB. pada Senin sore, mendorong masyarakat di daerah pesisir untuk mengungsi ke tempat yang lebih tinggi ketika gelombang tsunami menghantam pesisir barat Jepang, menyapu mobil dan rumah ke dalam air.
Sekitar 200 gempa telah terdeteksi sejak gempa pertama terjadi pada hari Senin, menurut Badan Meteorologi Jepang, yang memperingatkan bahwa guncangan yang lebih kuat dapat terjadi dalam beberapa hari mendatang.
Kru penyelamat beranggotakan 3.000 orang yang terdiri dari personel militer, pemadam kebakaran, dan polisi telah dikirim ke lokasi gempa di semenanjung Noto di Prefektur Ishikawa.
Artikel Terkait
Bahlil Larang Panic Buying BBM & LPG: Ini Dampak Perang Iran dan Cara Bijak Hemat Energi
Update Harga BBM Maret 2026 di Jateng: Pertalite Aman, Pertamax Naik Rp 500, Ini Daftar Lengkapnya!
Misteri Bau Busuk di Masjid Pangandaran Terungkap: Pemuda Tewas Tersengat Listrik Saat Mabuk?
Panglima TNI Copot Kabais? Ternyata Ini Kaitannya dengan Kasus Penyiksaan Aktivis Kontras