polhukam.id, DEN HAAG, BELANDA -- Afrika Selatan menekan Mahkamah Internasional untuk menuntut gencatan senjata total di Gaza dan menyatakan Israel bersalah atas genosida dalam pembukaan sidang dua hari yang kontroversial dan bersejarah di Den Haag.
“Tidak ada serangan, betapapun seriusnya, yang dapat membenarkan pelanggaran terhadap konvensi [genosida] baik dari segi hukum atau moralitas,” kata Menteri Kehakiman Afrika Selatan Roland Lamola mengatakan kepada pengadilan, sambil berargumentasi bahwa Israel berencana untuk melenyapkan semua warga Palestina di Gaza yang dikuasai Hamas.
Lamola mengatakan bahwa serangan Hamas pada 7 Oktober tidak membenarkan kampanye militer Israel di Gaza, dan menyatakan bahwa “tidak ada serangan, betapapun seriusnya, yang dapat membenarkan pelanggaran terhadap konvensi [genosida] baik dari segi hukum atau moralitas.”
Menteri Kehakiman tiba di Belanda untuk presentasi keluhan Afrika Selatan pada Kamis pagi bahwa Israel melanggar Konvensi Pencegahan Genosida 1948.
Israel dan Afrika Selatan sama-sama menandatangani konvensi tersebut, yang berarti bahwa pada prinsipnya, Israel menerima wewenang pengadilan.
Dalam pidatonya di pengadilan, pengacara Afrika Selatan Tembeka Ngcukaitobi menuduh bahwa ''Israel mempunyai niat melakukan genosida terhadap warga Palestina di Gaza, dan menambahkan bahwa “para pemimpin politik Israel, komandan militer dan orang-orang yang memegang posisi resmi telah secara sistematis dan eksplisit menyatakan niat genosida mereka.”
Baca Juga: Paus Fransiskus Sampaikan Pesan Perdamaian di Tengah Konflik Israel-Hamas
Artikel Terkait
Harga BBM Pertamina 11 Mei 2026: Daftar Terbaru Pertalite, Pertamax, Solar - Ada yang Naik Gila-gilaan!
Pertumbuhan 5,61% Justru Memiskinkan? Ekonom Ungkap Fakta Pahit di Balik Data Ekonomi Indonesia
Demo DJP Sumut: Buruh Bongkar Skandal Perusahaan Fiktif & Dugaan Intimidasi Whistleblower Berani Tolak Suap Rp25 M
Brigpol Arya Gugur Ditembak Saat Cegah Curanmor! Rekaman CCTV Ungkap Detik-Detik Mencekam