Menurutnya, untuk menjadi negara maju, kita harus mempertimbangkan biaya-biaya yang terkait dengan kemajuan tersebut.
Mantan politikus PDI-Perjuangan tersebut juga menyentil pasangan lain yang membahas kenaikan dana desa. Meski dianggap sebagai program yang baik, Budiman menilai bahwa penjelasan konsekuensi kepada publik tetap diperlukan.
Menurutnya, kampanye yang hanya mengumbar janji tanpa menjelaskan konsekuensinya adalah penyesatan, dan hal ini tidak diinginkan oleh pasangan 02.
Baca Juga: Netizen Heboh, Prabowo Ucapkan Selamat Ulang Tahun ke Megawati di Instagram
Budiman menegaskan komitmennya terhadap forum edukasi politik, bukan sekadar janji manis dan pertunjukan hiburan dalam kampanye.
Pasangan Prabowo-Gibran, menurutnya, mengajak untuk memahami konsekuensi dari setiap keputusan dan bersiap menghadapi risiko yang ada. Budiman menegaskan pasangan nomor urut 02 tidak hanya berkomitmen pada janji-janji kosong.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: hukamanews.com
Artikel Terkait
Pertumbuhan 5,61% Justru Memiskinkan? Ekonom Ungkap Fakta Pahit di Balik Data Ekonomi Indonesia
Demo DJP Sumut: Buruh Bongkar Skandal Perusahaan Fiktif & Dugaan Intimidasi Whistleblower Berani Tolak Suap Rp25 M
Brigpol Arya Gugur Ditembak Saat Cegah Curanmor! Rekaman CCTV Ungkap Detik-Detik Mencekam
Jakmania Wajib Baca! Alumni MBFA Bongkar Fakta di Balik Nasib Persija yang Kian Terpinggirkan