Menurutnya, untuk menjadi negara maju, kita harus mempertimbangkan biaya-biaya yang terkait dengan kemajuan tersebut.
Mantan politikus PDI-Perjuangan tersebut juga menyentil pasangan lain yang membahas kenaikan dana desa. Meski dianggap sebagai program yang baik, Budiman menilai bahwa penjelasan konsekuensi kepada publik tetap diperlukan.
Menurutnya, kampanye yang hanya mengumbar janji tanpa menjelaskan konsekuensinya adalah penyesatan, dan hal ini tidak diinginkan oleh pasangan 02.
Baca Juga: Netizen Heboh, Prabowo Ucapkan Selamat Ulang Tahun ke Megawati di Instagram
Budiman menegaskan komitmennya terhadap forum edukasi politik, bukan sekadar janji manis dan pertunjukan hiburan dalam kampanye.
Pasangan Prabowo-Gibran, menurutnya, mengajak untuk memahami konsekuensi dari setiap keputusan dan bersiap menghadapi risiko yang ada. Budiman menegaskan pasangan nomor urut 02 tidak hanya berkomitmen pada janji-janji kosong.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: hukamanews.com
Artikel Terkait
17 Hari Tanpa Makan: Eksperimen Puasa Air Ekstrem & Perubahan Tubuh yang Mengejutkan!
DPR Bongkar Masalah Serius di Balik Program Makan Gratis: Dapur MBG Ternyata Belum Halal!
Purbaya Ngamuk ke BPJS: Penonaktifan Massal Peserta BPJS Dinilai Konyol dan Rugikan Negara, Ini Dampaknya!
Video Viral Winda Can: Fakta Mengejutkan & Bahaya Link Jebakan yang Harus Diwaspadai