Dengan begitu, antara satu pemandu wisata dengan pemandu wisata yang lain satu cerita alias ada kesamaan. Yang terpenting, merupakan sejarah asli candi tersebut. "Yang tidak kalah penting, untuk memberdayakan warga sekitar atas keberadaan Candi Borobudur. Itu juga harus dilakukan penataran, pelatihan atau pembekalan terlebih dahulu," pungkasnya.
Sebagaimana diketahui, belum lama ini Menkomaritim dan investasi mengumumkan akan membatasi pengunjung Candi Borobudur dan menerapkan tarif baru untuk tiket masuk bagi turis asing maupun lokal.
Tak tanggung-tanggung, pengunjung lokal atau turis lokal nantinya diharuskan membayar tiket Rp750.000 untuk sekali masuk. Sementara, wisatawan mancanegara bakal dikenakan tarif US$100 atau jika dirupiahkan setara dengan Rp1.443.000 (kurs US$1=Rp14.400) atau hampir dua kali lipat dari harga tiket untuk turis lokal.
Sumber: genpi.co
Artikel Terkait
Gerebekan Hotel Tuban: Karyawan BUMN & Guru ASN Ditangkap Basah Usai 4 Hari Menginap
Anggota Polri Muda Tewas di Asrama Polda Sulsel, Diduga Dianiaya Senior: Investigasi Propam Terbuka
Impor 105.000 Pikap India: Benarkah Bunuh Industri Otomotif Nasional yang Kapasitasnya 400.000 Unit?
Impor 105.000 Pikap India: Bunuh Industri Nasional atau Pemerintah Punya Alasan Lain?