Sekretaris Jenderal MUI, Buya Amirsyah Tambunan, menjelaskan bahwa setelah dinonaktifkan, keduanya dipanggil untuk diklarifikasi oleh tim tabayun yang dibentuk dengan surat tugas dari Dewan Pimpinan MUI.
Tim tersebut menemukan bahwa MAQ dan AR merupakan anggota organisasi bernama RAHIM, yang dalam situs resminya menggunakan atribusi sebagai pengurus MUI.
"Dua inisial tersebut sudah kita lakukan proses sesuai dengan prosedur dan tahapan-tahapan berdasarkan Pedoman Dasar dan Pedoman Rumah Tangga, Peraturan Organisasi (PO) dan Kode Etik MUI, sehingga pemberhentian keduanya sebagai pengurus MUI dipastikan telah sesuai dengan tata kelola organisasi MUI," kata Buya Amirsyah, dikutip dari situs resmi MUI, Kamis (25/7/2024).
Tim tabayun yang melakukan klarifikasi terdiri atas pimpinan dan anggota Komisi Fatwa MUI yang diketuai oleh Wakil Ketua Komisi Fatwa, Prof Abdurrahman Dahlan, serta beberapa anggota lainnya seperti KH Miftahul Huda, Prof Jaih Mubarok, KH Muiz Ali, dan Dr Endi Estiwara.
Buya Amirsyah menyesalkan keterlibatan dua anggota MUI tersebut dalam kemitraan dengan lembaga yang terkait Israel, yang dinilai melukai hati nurani bangsa Indonesia yang selama ini mendukung kemerdekaan Palestina.
Artikel Terkait
Waspada! Ini Cara Jitu Menghindari Penipuan Bansos yang Lagi Marak – Jangan Sampai Terjebak Link Palsu!
Menkeu Purbaya Tegas: Tak Akan Ada Tax Amnesty Lagi, Ancaman Sikat Aset bagi yang Bandel!
Bareskrim Gerebek Markas Judol Internasional: 320 WNA Diringkus, Bos Masih Buron!
Wakil Ketua DPR Kritik Keras TNI Bubarkan Nobar Film Pesta Babi: Ini Pembungkaman Kebebasan Berekspresi!