"Kita mendapatkan kuota tambahan 20 ribu gunanya mengurai antrean panjang, eh begitu dapat kok (sebagiannya) dikasih ke haji khusus," ungkapnya.
Dia juga mengklaim, pembagian kuota tambahan itu sudah ditetapkan DPR dan Pemerintah. Namun, Kemenag mengubah penggunaan kuota itu dengan membagi rata untuk jemaah haji reguler dan jemaah haji khusus.
"Terbentuknya Pansus Angket Haji ini karena adiknya, Menteri Agama, itu tidak benar melaksanakan tugas. Kok dicurigai," ucapnya, mengkritik balik.
Sementara, Yaqut memastikan tidak gentar dengan Pansus Haji. Jika ada panggilan untuk rapat, dia akan datang dan menjawab segala hal yang dipermasalahkan Pansus Haji.
"Insya Allah kalau ada panggilan akan hadir. Itu kan proses yang dilindungi konstitusi. Kita akan ikuti semua proses karena semua proses dilindungi konstitusi dan diperbolehkan," ucapnya, di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Kamis (25/7/2024).
Yaqut juga memastikan, pihaknya menerima semua kritikan terkait pelaksanaan haji 2024. Kata dia, Kemenag tidak antikritik. Semua kritikan yang masuk dianggapnya sebagai upaya untuk memperbaiki kualitas pelaksanaan haji ke depannya.
"Kami sangat terbuka dengan kritik. Karena kritik itu adalah vitamin buat kami. Vitamin untuk terus memberikan perbaikan layanan terhadap umat," ucapnya.
Sumber: rmid
Artikel Terkait
Roy Suryo Cs Gugat KUHP & UU ITE ke MK: Dituduh Pencemaran Nama Baik Gara-Gara Teliti Ijazah Jokowi
Ijazah Jokowi Akhirnya Terbuka: Apa yang Ditemukan KPU dan Mengapa Bonatua Masih Penasaran?
Isi Surat Rahasia Ammar Zoni ke Prabowo: Grasi atau Rehabilitasi?
Hyundai Targetkan Jual 2000+ Unit di IIMS 2026, Ini Model Andalan untuk Mudik Lebaran