Kata Bobby melanjutkan, "Bisa difahami jika kemudian PKS akan bergabung dengan poros Demokrat-Nasdem ini, dengan sama-sama mengusung semangat perubahan dan perbaikan atas kesulitan-kesulitan yang ditanggung masyarakat pada saat ini. Ketiga partai ini sudah cukup memenuhi syarat ambang batas Presiden 20 persen."
"Bahkan tidak mungkin partai-partai politik koalisi pemerintah akan terpikat untuk bergabung juga melihat daya tarik poros koalisi baru ini. Koalisi pemerintah kan sekarang koalisi yang pragmatis, diikat oleh kepentingan jangka pendek. Jika ada yang lebih disukai rakyat dan lebih prospektif untuk menang, masak sih mereka tidak ingin ikut?" tanya Bobby retoris.
Pertemuan SBY, AHY dan Surya Paloh ini makin menguatkan prediksi banyak pihak akan munculnya pasangan Anies Baswedan-AHY sebagai alternatif poros kepemimpinan nasional yang baru. Dalam survei nasional yang dilakukan pada periode 23-28 Mei 2022 oleh Indonesia Political Opinion (IPO), pasangan Anies-AHY diprediksi meraup elektabilitas 27,1 persen, lebih tinggi dari pasangan Puan Maharani-Ganjar Pranowo (26,8 persen), Airlangga Hartarto-Ganjar Pranowo (18,5 persen), atau Puan Maharani-Erick Thohir (14,6 persen). Tingkat kepercayaan survei ini adalah 95 persen, dengan margin of error 2,9 persen.
Ini diperkuat oleh analisa big data yang menunjukkan volume percakapan dan pemberitaan positif tentang AHY yang disambut hangat Anies Baswedan di sirkuit Formula E, Ancol (4/6), lebih besar daripada tentang silatnas KIB yang berlangsung pada hari yang sama.
Sumber: genpi.co
Artikel Terkait
Bukan Dibangun Pakai Uang Rakyat! Ini Fakta Mengejutkan di Balik Masjid Jokowi di Abu Dhabi
Bayar Utang Whoosh dengan Uang Koruptor? Ini Rencana Kontroversial Prabowo
Maxim Indonesia: Rahasia Pesan & Daftar Driver untuk Hasilkan Cuan!
Prabowo Gaspol! Whoosh Tak Cuma ke Surabaya, Tapi Diteruskan Sampai Ujung Jawa Timur