Hal ini menjadi bukti bahwa kualitas unit pendidikan Kemenperin dalam mencetak SDM industri unggul tidak hanya bertaraf nasional, namun juga siap bersaing di dunia global, seperti yang tertuang dalam visi BPSDMI melalui kebijakan Corporate University yang ditetapkan dengan Keputusan Menteri Perindustrian Nomor 1009 Tahun 2021.
Bukhori Nur Alivian, alumnus Sekolah Menengah Teknologi Industri Yogyakarta membenarkan kualitas pendidikan vokasi Kemenperin. Bukhori yang saat ini bekerja di PT Pertamina (Persero) Cilacap mengatakan, materi yang diberikan melalui SMK SMTI Yogyakarta sudah sesuai dengan teknologi industri saat ini. “Sehingga saya tidak kaget lagi ketika bekerja, dihadapkan dengan teknologi industri di perusahaan saya. Saya sangat bangga bisa menjadi bagian dari alumni SMK SMTI Yogyakarta, karena dapat menghantarkan saya untuk bekerja di PT Pertamina saat ini,” ujarnya.
Gherra Reginda, alumnus Politeknik APP Jakarta sependapat. Menurut Gherra, pendidikan vokasi Kemenperin seperti ‘Kawah Candradimuka’. “Untuk itu, kami ucapkan selamat bagi kalian yang memilih Politeknik APP Jakarta. Karena kami para alumni, mampu menjawab tantangan industri dan bersaing dalam kemajuan perindustrian Indonesia," kata Gherra, yang saat ini bekerja di PT Lotte Global Logistics Indonesia.
Sumber: rm.id
Artikel Terkait
Roy Suryo Cs Gugat KUHP & UU ITE ke MK: Dituduh Pencemaran Nama Baik Gara-Gara Teliti Ijazah Jokowi
Ijazah Jokowi Akhirnya Terbuka: Apa yang Ditemukan KPU dan Mengapa Bonatua Masih Penasaran?
Isi Surat Rahasia Ammar Zoni ke Prabowo: Grasi atau Rehabilitasi?
Hyundai Targetkan Jual 2000+ Unit di IIMS 2026, Ini Model Andalan untuk Mudik Lebaran