Aktivitas antiaborsi konservatif Amerika Lila Rose mem-posting di X: "Mengerikan. 70 orang Kristen dipenggal secara brutal oleh kelompok Islamis di dalam sebuah gereja di Republik Demokratik Kongo. Di mana kemarahan media? Berdoalah untuk orang Kristen yang teraniaya."
Akun media sosial "Libs of TikTok" juga mem-posting tentang hal itu dengan keterangan: "Tujuh puluh orang Kristen ditemukan dipenggal di sebuah gereja di Republik Demokratik Kongo. Mereka dilaporkan menjadi sandera kelompok Islamis ADF—afiliasi ISIS. Mengapa MSM (media arus utama) tidak meliput berita ini?"
Pakar hukum Open Doors untuk pekerjaan di Afrika sub-Sahara John Samuel berkata: "Open Doors mengutuk keras tindakan kekerasan keji terhadap warga sipil ini dan menyerukan kepada masyarakat sipil, pemerintah, dan organisasi internasional untuk memprioritaskan perlindungan warga sipil di DRC timur tempat kelompok bersenjata, seperti ADF, beroperasi."
Seorang penatua Komunitas Evangelis di Afrika Tengah berkata: "Kami tidak tahu harus berbuat apa atau bagaimana berdoa. Sudah terlalu banyak pembantaian. Semoga kehendak Tuhan terjadi."
DRC telah berada dalam kondisi perang dan konflik yang hampir terus-menerus selama lebih dari tiga dekade, tetapi kekerasan telah meningkat baru-baru ini, khususnya dengan kemajuan Gerakan 23 Maret (M23), yang telah merebut lokasi-lokasi strategis, termasuk kota Goma dan Bukavu.
ADF adalah kelompok pemberontak lain yang terlibat dalam kekerasan tersebut, salah satu alasan pasukan Uganda baru-baru ini dikerahkan ke Kongo timur untuk membantu pasukan Kongo.
Sumber: SindoNews
Artikel Terkait
Pertumbuhan 5,61% Justru Memiskinkan? Ekonom Ungkap Fakta Pahit di Balik Data Ekonomi Indonesia
Demo DJP Sumut: Buruh Bongkar Skandal Perusahaan Fiktif & Dugaan Intimidasi Whistleblower Berani Tolak Suap Rp25 M
Brigpol Arya Gugur Ditembak Saat Cegah Curanmor! Rekaman CCTV Ungkap Detik-Detik Mencekam
Jakmania Wajib Baca! Alumni MBFA Bongkar Fakta di Balik Nasib Persija yang Kian Terpinggirkan