Suharini mengatakan bahwa DKI Jakarta merupakan daerah konsumen sehingga butuh daging yang sehat mesti dijamin stoknya.
"DKI bukan sebagai daerah produsen, kami harus jamin kebutuhan daging aman dan stoknya," kata Suharini.
Lebih lanjut, dia menyebutkan ciri hewan ternak yang terjangkit PMK, di antaranya mulut berlendir, suhu tubuh hewan meningkat, bagian bibir seperti melepuh dan luka pada kaki yang menimbulkan menimbulkan kelumpuhan pada hewan ternak.
Dia juga mengatakan bahwa DKI Jakarta mendapatkan suplai daging dari Pemkab Blora di Jawa Tengah melalui BUMD DKI bidang pangan yakni Dharma Jaya 200 ekor sapi.
"Sedangkan kebutuhan daging di Jakarta diperkirakan mencapai sekitar 65 ribu ekor pada 2022," ungkapnya.
Sumber: suara.com
Artikel Terkait
Bahlil Larang Panic Buying BBM & LPG: Ini Dampak Perang Iran dan Cara Bijak Hemat Energi
Update Harga BBM Maret 2026 di Jateng: Pertalite Aman, Pertamax Naik Rp 500, Ini Daftar Lengkapnya!
Misteri Bau Busuk di Masjid Pangandaran Terungkap: Pemuda Tewas Tersengat Listrik Saat Mabuk?
Panglima TNI Copot Kabais? Ternyata Ini Kaitannya dengan Kasus Penyiksaan Aktivis Kontras