Suharini mengatakan bahwa DKI Jakarta merupakan daerah konsumen sehingga butuh daging yang sehat mesti dijamin stoknya.
"DKI bukan sebagai daerah produsen, kami harus jamin kebutuhan daging aman dan stoknya," kata Suharini.
Lebih lanjut, dia menyebutkan ciri hewan ternak yang terjangkit PMK, di antaranya mulut berlendir, suhu tubuh hewan meningkat, bagian bibir seperti melepuh dan luka pada kaki yang menimbulkan menimbulkan kelumpuhan pada hewan ternak.
Dia juga mengatakan bahwa DKI Jakarta mendapatkan suplai daging dari Pemkab Blora di Jawa Tengah melalui BUMD DKI bidang pangan yakni Dharma Jaya 200 ekor sapi.
"Sedangkan kebutuhan daging di Jakarta diperkirakan mencapai sekitar 65 ribu ekor pada 2022," ungkapnya.
Sumber: suara.com
Artikel Terkait
Wakil Ketua DPR Kritik Keras TNI Bubarkan Nobar Film Pesta Babi: Ini Pembungkaman Kebebasan Berekspresi!
Harga BBM Pertamina 11 Mei 2026: Daftar Terbaru Pertalite, Pertamax, Solar - Ada yang Naik Gila-gilaan!
Pertumbuhan 5,61% Justru Memiskinkan? Ekonom Ungkap Fakta Pahit di Balik Data Ekonomi Indonesia
Demo DJP Sumut: Buruh Bongkar Skandal Perusahaan Fiktif & Dugaan Intimidasi Whistleblower Berani Tolak Suap Rp25 M