Suharini mengatakan bahwa DKI Jakarta merupakan daerah konsumen sehingga butuh daging yang sehat mesti dijamin stoknya.
"DKI bukan sebagai daerah produsen, kami harus jamin kebutuhan daging aman dan stoknya," kata Suharini.
Lebih lanjut, dia menyebutkan ciri hewan ternak yang terjangkit PMK, di antaranya mulut berlendir, suhu tubuh hewan meningkat, bagian bibir seperti melepuh dan luka pada kaki yang menimbulkan menimbulkan kelumpuhan pada hewan ternak.
Dia juga mengatakan bahwa DKI Jakarta mendapatkan suplai daging dari Pemkab Blora di Jawa Tengah melalui BUMD DKI bidang pangan yakni Dharma Jaya 200 ekor sapi.
"Sedangkan kebutuhan daging di Jakarta diperkirakan mencapai sekitar 65 ribu ekor pada 2022," ungkapnya.
Sumber: suara.com
Artikel Terkait
Toyota New Veloz Hybrid EV Resmi di Surabaya: Harga Mulai Rp 303 Juta, Ini Spesifikasi dan Keunggulannya!
Noel Bongkar Modus Jebak Pejabat: Purbaya Tinggal Sejengkal Lagi Masuk KPK!
17 Hari Tanpa Makan: Eksperimen Puasa Air Ekstrem & Perubahan Tubuh yang Mengejutkan!
DPR Bongkar Masalah Serius di Balik Program Makan Gratis: Dapur MBG Ternyata Belum Halal!