Dony berharap, kepakaran mereka di level dunia bisa memberikan nasihat bagaimana membuat dan membangun tata kelola yang baik di dalam pengelolaan investasi Danantara Indonesia.
Dia membenarkan, sejumlah nama sudah diserahkan kepada Presiden Prabowo pada pertemuan kali ini.
"Tetapi yang pasti nanti teman-teman akan melihat bahwa semuanya adalah para profesional top yang bergabung dengan Danantara. Karena mereka juga ingin bagian daripada pengabdian, terutama yang sudah memang CEO-CEO yang sudah senior dan bagus-bagus," ucap Dony.
Dia menambahkan, banyak tokoh top dunia ingin mengabdikan diri bagi negara.
Dony menegaskan, ia bersama Rosan dan Pandu benar-benar mencari figur terbaik untuk mengisi posisi di Danantara Indonesia.
"Mereka ingin berkontribusi, memberikan suatu yang terbaik buat Indonesia, jadi keragu-raguan nanti daripada masyarakat nanti akan terlihat, bahwa orang-orangnya siapa jauh dari apa yang digosipkan. Ini semuanya ini isinya adalah profesional," kata Dony.
Sementara itu, Dony melanjutkan, pos Dewan Pengawas akan diduduki oleh mereka yang sehari-hari bekerja di bidang penegakan hukum dan audit keuangan negara.
Oleh sebab itu, tidak sembarang orang akan menduduki jabatan tersebut.
"Pengawas itu kan sudah disampaikan oleh Bapak Presiden, ada ketua KPK, BPK, ini kan semua ini artinya menujukan bahwa kita sangat hati-hati, karena itu yang bergabung juga profesional, yang punya niat baik. Kalau enggak mereka takut kan melihat pengawasnya segitu banyak," ujar Dony.
Sumber: Republika
Artikel Terkait
Harga BBM Pertamina 11 Mei 2026: Daftar Terbaru Pertalite, Pertamax, Solar - Ada yang Naik Gila-gilaan!
Pertumbuhan 5,61% Justru Memiskinkan? Ekonom Ungkap Fakta Pahit di Balik Data Ekonomi Indonesia
Demo DJP Sumut: Buruh Bongkar Skandal Perusahaan Fiktif & Dugaan Intimidasi Whistleblower Berani Tolak Suap Rp25 M
Brigpol Arya Gugur Ditembak Saat Cegah Curanmor! Rekaman CCTV Ungkap Detik-Detik Mencekam