Dony berharap, kepakaran mereka di level dunia bisa memberikan nasihat bagaimana membuat dan membangun tata kelola yang baik di dalam pengelolaan investasi Danantara Indonesia.
Dia membenarkan, sejumlah nama sudah diserahkan kepada Presiden Prabowo pada pertemuan kali ini.
"Tetapi yang pasti nanti teman-teman akan melihat bahwa semuanya adalah para profesional top yang bergabung dengan Danantara. Karena mereka juga ingin bagian daripada pengabdian, terutama yang sudah memang CEO-CEO yang sudah senior dan bagus-bagus," ucap Dony.
Dia menambahkan, banyak tokoh top dunia ingin mengabdikan diri bagi negara.
Dony menegaskan, ia bersama Rosan dan Pandu benar-benar mencari figur terbaik untuk mengisi posisi di Danantara Indonesia.
"Mereka ingin berkontribusi, memberikan suatu yang terbaik buat Indonesia, jadi keragu-raguan nanti daripada masyarakat nanti akan terlihat, bahwa orang-orangnya siapa jauh dari apa yang digosipkan. Ini semuanya ini isinya adalah profesional," kata Dony.
Sementara itu, Dony melanjutkan, pos Dewan Pengawas akan diduduki oleh mereka yang sehari-hari bekerja di bidang penegakan hukum dan audit keuangan negara.
Oleh sebab itu, tidak sembarang orang akan menduduki jabatan tersebut.
"Pengawas itu kan sudah disampaikan oleh Bapak Presiden, ada ketua KPK, BPK, ini kan semua ini artinya menujukan bahwa kita sangat hati-hati, karena itu yang bergabung juga profesional, yang punya niat baik. Kalau enggak mereka takut kan melihat pengawasnya segitu banyak," ujar Dony.
Sumber: Republika
Artikel Terkait
17 Hari Tanpa Makan: Eksperimen Puasa Air Ekstrem & Perubahan Tubuh yang Mengejutkan!
DPR Bongkar Masalah Serius di Balik Program Makan Gratis: Dapur MBG Ternyata Belum Halal!
Purbaya Ngamuk ke BPJS: Penonaktifan Massal Peserta BPJS Dinilai Konyol dan Rugikan Negara, Ini Dampaknya!
Video Viral Winda Can: Fakta Mengejutkan & Bahaya Link Jebakan yang Harus Diwaspadai