Pengamat politik ini meyakini nanti jagoan yang didukung Jokowi dalam Pilpres 2024 bisa beda dengan calon yang didukung PDIP atau Megawati.
"Jokowi akan punya pilihan sendiri, saya analisa kemungkinan yang didukung PDI, kemungkinan tak didukung Jokowi," katanya.
Mengapa demikian, Ujang menilai, seorang penguasa butuh kendali kaki kekuasaan setelah lengser.
Nah dalam hal Jokowi, selepas dia lengser pada 2024, perlu punya orang yang ada di kekuasaan. Makanya ada kecenderungan Jokowi dukung jagoannya untuk bisa meneruskannya jadi presiden.
"Sebagai mantan presiden, Jokowi punya keinginan sendiri ingin kolaborasi yang didukungnya itu. Kalau Jokowi dukung yang didukung PDIP nih, ketika dia tidak punya kuasa, maka itu akan telak (bagi Jokowi)" jelasnya.
Sumber: batam.suara.com
Artikel Terkait
Bahlil Larang Panic Buying BBM & LPG: Ini Dampak Perang Iran dan Cara Bijak Hemat Energi
Update Harga BBM Maret 2026 di Jateng: Pertalite Aman, Pertamax Naik Rp 500, Ini Daftar Lengkapnya!
Misteri Bau Busuk di Masjid Pangandaran Terungkap: Pemuda Tewas Tersengat Listrik Saat Mabuk?
Panglima TNI Copot Kabais? Ternyata Ini Kaitannya dengan Kasus Penyiksaan Aktivis Kontras