Mobilisasi sumber daya kesehatan penting baik alat kesehatan esensial maupun diagnostik untuk pencegahan, kesiapsiagaan dan respon pandemi (PPR), serta optimalisasi pengawasan genomik dan penguatan mekanisme berbagai data yang terpercaya untuk memberikan insentif bagi penguatan kesehatan masyarakat global.
Upaya memperkuat arsitektur kesehatan global perlu menjadi perhatian kita semua, tidak memandang tua atau muda. Ini perlu dilakukan bersama demi memperbaiki dan meningkatkan kualitas kesehatan dan kualitas kehidupan bagi generasi saat ini dan mendatang.
Tentunya, peran generasi muda dalam memperkuat arsitektur kesehatan global sangatlah penting.
Juru Bicara Pemerintah untuk Presidensi G20 Indonesia, Maudy Ayunda mengatakan bahwa terwujudnya satu tindakan konkrit yang dilakukan secara kolektif global dalam melakukan pencegahan, kesiapsiagaan dan respon terhadap pandemi di masa depan merupakan hal yang sangat penting untuk masyarakat, khususnya generasi muda Indonesia.
Maudy Ayunda menambahkan, sebagai generasi muda dalam kesempatan ini perlu memperhatikan, mempelajari dan terlibat dengan hal-hal yang berhubungan dengan arsitektur kesehatan global karena upaya ini dilakukan untuk kepentingan masa depan Indonesia serta Dunia.
"Kita sebagai generasi muda wajib mempersiapkan diri untuk meneruskan reformasi arsitektur kesehatan global yang lebih baik untuk generasi berikutnya. Usaha meningkatkan arsitektur kesehatan global ini bukanlah upaya yang dapat berhenti di satu titik. Ini adalah upaya yang harus terus dilakukan secara berkesinambungan dan bersama-sama,” tegas Maudy.
Sumber: suara.com
Artikel Terkait
Desakan DPR Menggema! Kecelakaan Maut Argo Bromo vs KRL, Dirut KAI Bobby Rasyidin Didorong Mundur
Kesaksian Korban Selamat Tabrakan Kereta Bekasi: Kronologi Detik-Detik Mencekam & Trauma yang Tak Terlupakan
Sopir Taksi Green SM Syok! Mobil Mendadak Terkunci di Rel, Picu Kecelakaan Maut KRL Bekasi
Susi Pudjiastuti Resmi Jadi Komisaris Utama Bank bjb! Sempat Tolak Tawaran, Ini Alasannya