Transformasi digital harus adil, transparan, dan setara. Penegasan Mendag Lutfi ini disampaikan dalam pidato kunci di seminar web Road to G20 "Digital Transformation in Trade" yang diselenggarakan pada Rabu (8/6/2022) secara daring.
"Transformasi digital dalam perdagangan diharapkan dapat mendorong pencapaian beberapa tujuan pembangunan berkelanjutan, antara lain pengentasan kemiskinan serta pekerjaan yang layak dan pertumbuhan ekonomi. Transformasi digital dapat menjadi tiket emas untuk pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19," kata Mendag.
Mendag juga menegaskan transformasi digital harus adil dan menawarkan kesempatan yang sama serta distribusi manfaat yang merata kepada semua pemangku kepentingan, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). UMKM adalah tulang punggung sistem produksi global yang menyumbang lapangan kerja dan jumlah usaha. Selain itu, UMKM merupakan mesin inovasi, pertumbuhan, penciptaan lapangan kerja, dan kohesi sosial yang penting di negara anggota G20.
“Melalui Presidensi G20, Indonesia mendorong negara-negara G20 untuk mendukung transformasi digital dalam perdagangan sebagai bagian dari pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (sustainable development goals) oleh negara berkembang dan UMKM di berbagai negara,” tambah Mendag.
Artikel Terkait
Kemenag Dihujat Netizen: Rencana Dana Umat Rp1.000 Triliun Bikin Resah, Apa Motif Sebenarnya?
APBN Hanya Bertahan Beberapa Minggu? Ini Strategi Pemerintah Hadapi Ancaman Kenaikan Harga BBM
Misteri Pertemuan Dubes Iran dengan Megawati, JK, dan Jokowi Akhirnya Terungkap!
Tragedi Nurul Amin: Ditinggal di Tengah Salju Buffalo, Bagaimana Pengungsi Rohingya Ini Tewas Ditetapkan sebagai Pembunuhan?