"Saat berada di Tanah Suci, jangan lupa untuk menjaga vitalitas dengan makanan dan minum yang cukup, istirahat yang optimal dan tidak terlalu berlebihan berada di rumah ibadah tanpa memberi kesempatan tubuh beristirahat," sambungnya.
Karena, lanjutnya, tidak mungkin menghindari kerumunan saat prosesi berbagai ibadah, baik rukun, wajib maupun sunnah. Sehingga, alangkah baiknya para jemaah haji tetap mempertahankan kebiasaan baik yang selama ini telah dikerjakan selama di Indonesia.
"Selalu melakukan 3M, selalu menggunakan masker, menjaga kebersihan diri (personal hygiene) dan menghindari kerumunan semaksimal mungkin. jemaah bisa memilih jam-jam yang relatif longgar untuk beberapa prosesi yang harus dijalankan, seperti tawaf dan sai," sarannya.
Baca Juga: KIB Siap Usung Capres-Cawapres dari Luar Asal Punya Elektabilitas Tinggi dan Berduit...
Ia juga mengingatkan para jemaah haji untuk berkonsultasi kepada tenaga kesehatan bila sudah merasa tubuh mulai menunjukkan adanya gejala dan tanda kurang enak badan.
"Obat-obatan pribadi terutama yang memang mempunyai obat yang harus diminum secara rutin, sebaiknya dibawa dan melapor kepada tenaga kesehatan pendamping, agar jamaah yang mempunyai risiko tinggi medapat perhatian yang lebih baik," kata Ari.
Sumber: ihram.republika.co.id
Artikel Terkait
Turis Australia Diperkosa Satpam di Bali: Kronologi Mengerikan di Balik Kamar Mandi Klub Malam
Presiden Prabowo Beri Perintah Rahasia ke Bahlil: Ini Strategi Darurat Minyak Imbas Perang Timur Tengah
Bahlil Larang Panic Buying BBM & LPG: Ini Dampak Perang Iran dan Cara Bijak Hemat Energi
Update Harga BBM Maret 2026 di Jateng: Pertalite Aman, Pertamax Naik Rp 500, Ini Daftar Lengkapnya!