Menanggapi hal tersebut, Direktur Eksekutif Kajian Politik Nasional (KPN) Adib Miftahul menilai bahwa koalisi koalisi PKB dan PKS menjadi salah satu terobosan yang baru pada kontestasi politik pada 2024 mendatang. Terobosan tersebut dia katakan berdasarkan ideologi kedua partai yang cenderung berlawanan.
"Kalau seandainya ini bisa terbukti menjadi sebuah kekuatan koalisi partai politik, ini merupakan sebuah terobosan yang luar biasa menurut saya, karena akar rumput, ideologinya, grassroot-nya dua partai ini bagaikan dua magnet kutub yang berbeda," kata Adib saat dihubungi Polhukam.id, Selasa (14/6/2022).
Perbedaan tersebut, kata Adib, terlihat dengan bagaimana PKB menjadi partai Islam yang bergerak secara tradisional, sedangkan PKS partai Islam yang bergerak secara moderat. Selain itu, Adib juga menilai kedua partai tersebut memiliki tokoh potensial untuk berkontestasi di gelanggang politik nanti.
"Kalau kita lihat tokoh yang ada di internal dua partai ini, saya kira Cak Imin yang paling kuat, tetapi dalam rangka capres misalnya, apakah ada partai lain yang mau mendorong?" paparnya.
Artikel Terkait
Prabowo Dua Periode 2029: Rahasia Kepercayaan Diri Gerindra & Masa Depan Koalisi Tanpa Gibran
Isu Kapolri Membangkang Prabowo: Opini Jahat atau Upaya Sistematis Serang Polri?
Misteri Dukungan Golkar 2029: Strategi Rahasia Bahlil untuk Kuasai Panggung Politik
Prabowo Dua Periode 2029: Cek Ombak Gerindra atau Sinyal Perang Koalisi?