Kepala PPATK, Ivan Yustiavandana mengatakan mekanisme pemblokiran e-wallet tidak akan dilakukan secara membabi buta.
Pemblokiran akan bersifat penindakan berdasarkan kasus per kasus, bukan pemblokiran massal menyeluruh seperti yang dikhawatirkan.
Karena itu, masyarakat dihimbau agar tidak panik mendengar wacana PPATK akan memblokir e-wallet yang nganggur.
Meski begitu, langkah yang dilakukan PPATK ini tetap menuai hujatan dari netizen yang merasa heran dengan kebijakan tersebut.
"Gak sekalian wapres yang nganggur diblokir juga?" Kata @royroha**.
"Eh babi semua-semua di blokir bilang aja sih kau tuh secara gak langsung ngemis biar uang menumpuk dengan cara merampas hak milik rakyat babi ngepet jalur pemblokiran," kata @ayyu***.
"Boomers ini mau sampe kapan bikin kebijakan aneh biar keliatan kerja? Bukannya beneran kerja beresin masalah yg ada. Kocak," kata @cigsfor***.
👇👇
HAH⁉️ pic.twitter.com/5p85wioMCa
Sumber: Suara
Artikel Terkait
Isu Kapolri Membangkang Prabowo: Opini Jahat atau Upaya Sistematis Serang Polri?
Misteri Dukungan Golkar 2029: Strategi Rahasia Bahlil untuk Kuasai Panggung Politik
Prabowo Dua Periode 2029: Cek Ombak Gerindra atau Sinyal Perang Koalisi?
Prabowo 2029: Siapa yang Akan Jadi Cawapres dan Mengubah Peta Politik?