Dalam konteks politik, posisi Kapolri memang selalu rawan menjadi sasaran.
Keamanan dan stabilitas nasional sangat bergantung pada kepemimpinan di tubuh kepolisian.
Karena itu, isu pencopotan Listyo Sigit perlu dibaca lebih jauh dari sekadar perdebatan internal: ada narasi besar yang mencoba mengguncang kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum.
Meski mendukung kinerja Polri, LCJ juga mengingatkan pentingnya menjaga akuntabilitas dan transparansi.
Penindakan terhadap kelompok radikal dan terorisme harus tetap berlandaskan hukum, agar publik percaya bahwa langkah Polri bukan sekadar represif, melainkan benar-benar untuk melindungi masyarakat.
Suhandono menegaskan, stabilitas keamanan dan akuntabilitas hukum harus berjalan beriringan.
Jika hanya salah satunya yang ditegakkan, maka akan muncul risiko: terlalu longgar memberi ruang bagi ideologi makar tumbuh kembali, terlalu keras justru bisa memicu resistensi masyarakat.
“Tugas kita menjaga keseimbangan, dan Kapolri saat ini sudah ada di jalur yang benar,” ujarnya.
LCJ berharap publik bisa lebih waspada terhadap narasi yang mencoba memecah belah.
Mereka menyerukan agar masyarakat membedakan kritik konstruktif dengan agitasi yang sengaja diarahkan untuk menggoyang sendi-sendi negara.
“Kita tidak boleh lengah. Ancaman itu nyata, dan sekarang mereka menargetkan simbol keamanan kita,” pungkas Suhandono.
Sumber: SuaraNasional
Artikel Terkait
Menguak Motif Kasus Andrie Yunus: Benarkah Hanya Dendam Pribadi?
Habib Rizieq Buka Suara: FPI Bukan Cooling Down, Tapi Nonton Buaya Ribut
Reshuffle Kabinet Prabowo Besok? Isu Bahlil Lahadalia Naik Jadi Menko Bikin Heboh!
Pangi Syarwi Bantah Inflasi Pengamat: Saya 17 Tahun di Bidang Ini, Kok Bisa?