Presiden Jokowi diujung masa jabatannya, kata Achmad, diharuskan selesaikan berbagai persoalan yang merebak, seperti harga BBM, minyak goreng, wabah PMK, dan sebagainya.
"Hal ini tentunya Presiden Jokowi semestinya lebih mempertimbangkan aspek Profesional daripada aspek politik," kata Achmad dalam keterangan yang diterima, Kamis (16/06/2022).
Penunjukan tokoh partai untuk menduduki kursi menteri dianggap beresiko terhadap penanganan krisis menjelang Pemilu 2024. Sebab, fokus mereka akan terbelah antara tugas menteri dan kepentingan politik menuju 2024.
Lebih lanjut, Kepala Studi Ekonomi Politik LKEB UPN Veteran Jakarta itu juga menyebut, kini jabatan Menteri Perdagangan (Mendag) adalah kursi panas karena banyaknya persoalan yang melanda.
"Jika tidak ada perkembangan yang signifikan diakhir masa jabatan pemerintahan sekarang maka kemungkinan akan menjatuhkan kredibilitas pemerintah dan menurunkan elektabilitas dari partainya dan tentunya termasuk capres yang diusungnya di pemilu 2024," kata dia.
Artikel Terkait
Prabowo Dua Periode 2029: Rahasia Kepercayaan Diri Gerindra & Masa Depan Koalisi Tanpa Gibran
Isu Kapolri Membangkang Prabowo: Opini Jahat atau Upaya Sistematis Serang Polri?
Misteri Dukungan Golkar 2029: Strategi Rahasia Bahlil untuk Kuasai Panggung Politik
Prabowo Dua Periode 2029: Cek Ombak Gerindra atau Sinyal Perang Koalisi?