Selain soal ijazah SMA, Roy juga menyoroti keberangkatan Gibran ke Australia untuk melanjutkan pendidikan di University of Technology Sydney (UTS).
Ia menyatakan bahwa Gibran bukan menempuh program sarjana, melainkan program persiapan atau matrikulasi bernama Insearch yang hanya berlangsung selama enam bulan.
“Tiba-tiba dia kemudian ke UTS, ke University Technology of Sydney. Jangan dibayangkan UTS itu dia masuk institute. Enggak,” tegas Roy.
“Itu hanya kayak kursus. Insearch itu hanya program matrikulasi namanya, itu dituliskan dalam lampirannya, 3 tahun. Padahal enggak. Dia itu hanya 6 bulan di situ. Ada buktinya dan kita pegang bukti itu,” jelas Roy lebih lanjut.
Puncak dari keheranan Roy muncul ketika ia mengetahui adanya surat penyetaraan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Menengah (Dirjen Dikdasmen) yang menyatakan bahwa program Insearch tersebut setara dengan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
Ia menyebut proses tersebut sebagai “dagelan” atau guyonan.
“Dan kok tiba-tiba Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Menengah (Dirjen Dikdasmen) itu mengeluarkan surat penyetaraan, setara dengan SMK. Ini kan dagelan Srimulat gitu,” ujarnya.
“Jadi, artinya program kayak kursus, misalnya kita kursus di salah satu kursus masuk perguruan tinggi lah atau matrikulasi, tiba-tiba dapat ijazah SMK gitu,” lanjutnya dengan nada satir.
Keanehan lain yang juga disorot Roy adalah waktu penerbitan surat penyetaraan tersebut.
Menurutnya, surat itu baru keluar pada 2019, padahal Gibran disebut sudah lulus pada 2006.
Jarak waktu selama 13 tahun inilah yang dianggap Roy sebagai hal yang tidak masuk akal.
👇👇
Sumber: Tribun
Artikel Terkait
Dokter Tifa Bongkar Alasan Jokowi Paksakan Diri ke Rakernas PSI: Sakit atau Strategi?
Prabowo Gelar Pertemuan Rahasia Malam Hari: Siti Zuhro dan Susno Duadji Bicara Apa?
Gatot Nurmantyo vs Kapolri: Analisis Hukum Mengungkap Dampak Kritik yang Dinilai Melemahkan Polri
Jokowi vs Janjinya: Benarkah Bakal Pulang Kampung atau Malah Mati-Matian untuk PSI?